Arnoud Van Doorn: Pembuat Film “Fitna” Penghina Nabi Muhammad Saw. Akhirnya Masuk Islam

Arnoud Van Doorn Rekan Geert Wilder Pembuat Film Fitna Akhirnya Masuk Islam

SUMBER: Kisah Para Muallaf

Arnoud van Doorn_5Cerita tentang Arnoud Van Doorn Masuk Islam memang sudah hampir dua bulan ini terjadi, yaitu tepatnya pada tanggal 27 Februari 2013 yang lalu. Secara mengejutkan ia membuat twett yang menyatakan ia memeluk Islam dan memulai kehidupan baru sebagai seorang Muslim.

Seuntai tweet mengguncang Belanda.  anggota Dewan Kota Hague. Sosok politisi yang memiliki ibu kelahiran Surabaya itu, memposting tweet dua kalimat syahadat, dan  pada 18 Maret lalu ia kembali posting di akun twitternya kalau tanggal tersebut ia merayakan milad pertamanya sebagai muslim  Baca selebihnya »

Hukum Waris dan Variasinya (Mengapa Tidak Ikuti Al Qur’an “Saja”)

Hukum Waris dan Variasinya (Mengapa Tidak Ikuti Al Qur’an “Saja”)

SUMBER:
http://agorsiloku.wordpress.com

Pusing… tapi menarik.  Hukum pewarisan, ketika yang empunya harta titipan Allah diambil ruhnya, maka ummat tentunya akan berpegang pada ayat yang “sudah jelas”, yaitu QS An Nissa  11, 12, 176 yang menjelaskan secara cukup detail komposisi atau pembagian dari waris ini.  Namun, begitu search di Um Gugel, variannya ternyata banyak.

Sejumlah artikel, tulisan yang ‘melecehkan’ ayat ini pun tersedia.  Mulai dari ayat yang salah hitung berikut contoh-contohnya dan sejumlah bantahan yang beralasan dan mengindikasikan kebenaran yang layak diperhitungkan.

Terdapat beberapa kondisi dari ayat dan variannya yang buat saya tidak begitu jelas ketika diimplementasikan ke dalam praktek nyata. Baca selebihnya »

Muhammadiyah Terbelenggu Wujudul Hilal: Metode Lama yang Mematikan Tajdid Hisab

Muhammadiyah Terbelenggu Wujudul Hilal: Metode Lama yang Mematikan Tajdid Hisab

SUMBER: Dakwatuna.Com

Prof. Dr. Thomas Djamaluddin

dakwatuna.com - Perbedaan Idul Fitri dan Idul Adha sering terjadi di Indonesia. Penyebab utama BUKAN perbedaan metode hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan), tetapi pada perbedaan kriterianya. Kalau mau lebih spesifik merujuk akar masalah, sumber masalah utama adalah Muhammadiyah yang masih kukuh menggunakan hisab wujudul hilal.

Bila posisi bulan sudah positif di atas ufuk, tetapi ketinggiannya masih sekitar batas kriteria visibilitas hilal (imkan rukyat, batas kemungkinan untuk diamati) atau lebih rendah lagi, dapat dipastikan terjadi perbedaan.

Perbedaan terakhir kita alami pada Idul Fitri 1327 H/2006 M dan 1428 H/2007 H serta Idul Adha 1431/2010. Idul Fitri 1432/2011 juga hampir dipastikan terjadi perbedaan. Kalau kriteria Muhammadiyah tidak diubah, dapat dipastikan awal Ramadhan 1433/2012, 1434/2013, dan 1435/2014 juga akan beda. Masyarakat dibuat bingung, tetapi hanya disodori solusi sementara, “mari kita saling menghormati”. Adakah solusi permanennya? Ada, Muhammadiyah bersama ormas-ormas Islam harus bersepakat untuk mengubah kriterianya. . Baca selebihnya »

Tinjauan Kritis Atas Keragaman Penentuan Awal Ramadan dan Hari Raya

Tinjauan Kritis Atas Keragaman Penentuan Awal Ramadan dan Hari Raya

SUMBER: MediaIsnet.Org

Tiap tahun Umat Islam berselisih soal penentuan awal ramadan dan Ied yang kadang membingungkan orang awam, dibawah ini artikel lama  Oleh T. Djamaluddin (Staf Peneliti Bidang Matahari dan Lingkungan Antariksa, LAPAN, Bandung) walaupun lama artikel ini tetap up to date karena topik dan kandungan pembahasan tetap sama… dan setidak-tidaknya bisa menambah wawasan bagi kita yang awam akan hal ini, kenapa sih hampir tiap tahun ribut-ribut perbedaan soal ini [KajianIslam.Wordpress.Com]

.

Masih banyak orang mengira sumber keragaman penentuan awal Ramadan dan hari raya hanya perbedaan antara hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan bulan). Saat ini tidak sesederhana itu lagi. Perdebatannya pun tidak lagi terbatas antara penganut hisab dan rukyat. Bisa antara penganut hisab dengan hisab atau rukyat dengan rukyat.

Oleh karenannya, tinjauan fikih dalam referensi lama perlu diperkaya lagi dengan memasukkan faktor-faktor mutakhir, termasuk analisis astronomis yang tak terpisahkan. Masalah ijtihadiyah yang terus berkembang menambah faktor keragaman tersebut. Baca selebihnya »

Hari Lebaran (1 Syawal) berdasarkan Hisab dan Rukyah Beda

Hari Lebaran (1 Syawal) berdasarkan Hisab dan Rukyah Beda

SUMBER: Ariefew.com

Dari informasi yang kita terima dan kita baca akhir-akhir ini, kemungkinan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H ada perbedaan penetapan. Hal ini disebabkan ketinggian bulan (moon altitude) pada tanggal 29 Agustus kurang dari 2 derajat sehingga tak memungkinkan hilal terlihat dengan mata telanjang.

Apa sih yang dimaksud dengan informasi di atas tersebut ? Sekarang mari kita sedikit belajar bersama-sama tentang ilmu hisab atau astronomi ini. Tapi sebelum melangkah lebih jauh silahkan di download dulu program MoonTools for Windows di artikel Baca selebihnya »

Dakwah Jangan Menyebarkan Kebencian

Dakwah Jangan Menyebarkan Kebencian

SUMBER:
http://www.pikiran-rakyat.com/node/196100

JAKARTA, (PRLM).- Dosen Filsafat Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Doktor Dhiyauddin Quswandi dalam seminar internasional yang bertema peran dakwah damai para habaib menyatakan, para ulama dalam menyampaikan dakwahnya tidak boleh menyebarkan kebencian kepada kelompok tertentu.

Menurut dia, ulama memiliki tiga peran penting yaitu sebagai pendakwah, pendidik, dan pemersatu sehingga, seluruh tema sentral dalam dakwah harusnya mengarah kepada tiga hal tersebut. Indonesia adalah bangsa yang memiliki banyak etnis, budaya dan agama, oleh karenanya, ulama dalam dakwahnya harus menghargai adanya keberagaman itu. Baca selebihnya »

Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

 Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Semoga Semua Amal Ibadah kita diterima Oleh Allah SWT, Serta Ridho, Rahmat dan Maghfirohnya selalu Dilimpahkan Kepada kita Semua Umat Islam

Amin Ya Robbal Alamin

.

.

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.