Apakah/Mengapa Kejadian Gempa Sumtera, Jawa dihubungkan dengan Ayat Al Qur’an?

Apakah/Mengapa Kejadian Gempa Sumtera, Jawa dihubungkan dengan Ayat Al Qur’an?

SUMBER: Blog Sains-Inrelegion

Pertanyaan yang aneh tapi nyata.  Facebook dan blog-blog dan berita lainnya tergerak untuk membuat hubungan kejadian luar biasa dengan sejumlah ayat-ayat suci.  Bahkan beberapa tokoh agama juga tergerak minatnya untuk juga ikut menghubung-hubungkan.  Semua jawaban akhirnya akan berpulang pada wallahu a’lam, atau Allah Swt yang lebih mengetahui.  Kita boleh jadi sedikit tahu, sedikit memahami, sedikit menghubung-hubungkan, dan sejumlah kebetulan lainnya yang betul-betul.

Sebelum dibahas lanjut, mari kita berpatokan pada penjelasan AQ 6:59 Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (terj. Depag)

Baca selebihnya »

Prof. Quraish Shihab: “Musibah; Rahmat atau Murka Tuhan?”

Prof. Quraish Shihab: “Musibah; Rahmat atau Murka Tuhan?”

SUMBER: ejajufri.wordpress.com

[ Diambil dari Metro TV 2 Januari 2005, dengan perubahan teks seperlunya.]

qureishMusibah dalam bahasa Indonesia diartikan “bencana”, “kemalangan”, “cobaan”. Dalam Al-Quran ada 67 kali kata yang seakar dengan kata musibah dan 10 kali kata musibah. Musibah pada mulanya berarti “sesuatu yang menimpa atau mengenai”. Sebenarnya sesuatu yang menimpa itu tidak selalu buruk. Hujan bisa menimpa kita dan itu dapat merupakan sesuatu yang baik. Memang, kata musibah konotasinya selalu buruk, tetapi karena boleh jadi apa yang kita anggap buruk itu, sebenarnya baik, maka Al-Quran menggunakan kata ini untuk sesuatu yang baik dan buruk (QS. Al-Baqarah : 216)

Baca selebihnya »

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Kelima

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Kelima

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Alternatif Pendapat Yang Benar Perihal Shalat Tarawih

Alhamdulillah tiba saatnya saya mengakhiri tulisan yang panjang seperti rel kereta api ini. Tulisan panjang yang membosankan, saya yang menulis saja bosan apalagi yang membaca :mrgreen: . Bisa dibilang bagian ini adalah bagian yang paling singkat dari keempat bagian yang lain. Bagian ini cuma memperjelas yang sudah jelas dan mengaburkan sesuatu yang samar-samar.

Baca selebihnya »

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Keempat

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Keempat

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Kontroversi Rakaat Shalat Tarawih

.

Daftar Isi

Muqaddimah

Hadis Rakaat Shalat Tarawih Rasulullah SAW

  • Hadis 23 Rakaat Shalat Tarawih
  • Hadis 11 Rakaat Shalat Tarawih

Hadis 11 Rakaat Shalat Malam Rasulullah SAW

Hadis 13 Rakaat Shalat Malam Rasulullah SAW

  • Penakwilan Ulama Pro 11
  • Catatan Atas Penakwilan Yang Keliru

Hadis Perintah Umar RA

  • Hadis Muhammad bin Yusuf
  • Hadis Yazid bin Khasifah

Kesimpulan

Baca selebihnya »

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Ketiga

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Ketiga

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Benarkah Shalat Tarawih Itu Bid’ah?

.

Daftar Isi

Muqaddimah

Ulasan Singkat Tentang Bid’ah

Hadis Shalat Tarawih Bid’ah

  • Penjelasan Hadis
  • Bid’ah Tarawih Masa Kini

Hadis Sunnah Khulafaur Rasyidin

Kemusykilan Hadis

Hadis Ikuti Abu Bakar RA dan Umar RA

  • Hadis Hudzaifah RA
  • Hadis Ibnu Mas’ud RA
  • Hadis Anas RA
  • Hadis Abu Darda RA

Kesimpulan

Baca selebihnya »

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Kedua

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Kedua

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Apakah Shalat Tarawih Harus Berjamaah?

.

Daftar Isi

Muqaddimah
Hadis Aisyah RA

  • Penjelasan Hadis Aisyah RA
  • Kekhawatiran Nabi SAW
  • Jamaah Yang Bertambah Banyak
  • Catatan Atas Interpretasi Hadis Aisyah RA

Hadis Taqrir Nabi SAW
Hadis Anas RA
Hadis Nu’man bin Basyir RA dan Abu Dzar RA
Shalat Tarawih Di Rumah Lebih Utama
.

.

Ok kita mulai saja lanjutannya

Baca selebihnya »

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Pertama

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Pertama

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Shalat Tarawih Sama Dengan Shalat Malam
Kali ini kami akan membicarakan masalah Shalat Tarawih. Perlu diingatkan bahwa tulisan kali ini cukup panjang dan berkesan menyulitkan, jadi harap dapat dimaklumi dan bagi yang enggan membacanya sampai habis maka lebih baik tidak membacanya sama sekali. Tulisan ini akan kami bagi menjadi 5 bagian yaitu

Baca selebihnya »

Puasa Gaya Teroris

Puasa Gaya Teroris

SUMBER: Antara News

Oleh Syafiq Basri A

syafiq bSaking kagumnya dengan Anies Baswedan –tokoh pendidik muda dengan reputasi internasional–, pak Kiwir bermimpi idolanya itu mengisi program Ramadhan di televisi. Tapi ia kecewa, acara TV masih saja didominasi berbagai banyolan, kuis dan games yang menggemaskan. Itu sebabnya di luar acara yang bermutu seperti tafsir Quraisy Shihab, Kiwir lebih suka membaca atau diskusi bersama Ucok, tetangganya, daripada menonton TV.

“Bulan puasa ini banyak orang yang memakai gaya teroris,”  kata Kiwir. ”Maksudnya apa, Mas?” tanya Ucok. Setiap menjelang buka puasa, kata Kiwir, banyak orang beradu cepat, ngebut di jalanan demi mencapai rumah sebelum beduk maghrib, sering tanpa memedulikan orang lain.
Baca selebihnya »

TAFSIR AYAT HUKUM PUASA

TAFSIR AYAT HUKUM PUASA

Oleh Dr. Jalaluddin Rakhmat *

Di antara kitab tafsir, ada kitab yang membahas ayat-ayat hukum di dalam Al-Quran. Seperti kitab tafsir yang ditulis oleh Muhammad ‘Ali Al-Shabuni, Tafsir Ayat Al-Ahkam. Inilah kitab tafsir yang mengumpulkan dan memilih khusus ayat-ayat hukum saja, dan tidak membahas seluruh ayat Al-Quran.

Jumlah ayat hukum dalam Al-Quran berbeda-beda sesuai dengan perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan ulama. Ada yang menyebutkan bahwa jumlah ayat hukum hanya enam puluh ayat; ada yang menyebutkan jumlahnya ratusan ayat; tetapi ada pula yang berpendapat bahwa seluruh ayat Al-Quran itu mengandung implikasi hukum. Misalnya, Jalaluddin Al-Suyuthi dalam kitabnya, Al-Iklil, menunjukkan bahwa semua ayat Al-Quran mengandung implikasi hukum, dengan dasar ayat Al-Quran itu sendiri.

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah… (QS 5: 49).

Baca selebihnya »

SHAUM MADRASAH RUHANIAH

SHAUM MADRASAH RUHANIAH

Oleh Dr. Jalaluddin Rakhmat *

Puluhan tahun lalu, puluhan rektor universitas Amerika berkumpul dalam suatu konferensi di Universitas Michigan. Mereka seakan tersentak, ketika Dr. Benjamin E. Mays, Rektor Morehouse College, Georgia, berkata;

“Kita memiliki orang-orang terdidik yang jauh lebih banyak sepanjang sejarah. Kita juga memiliki lulusan-lulusan perguruan tinggi yang lebih banyak. Namun, kemanusiaan kita adalah kemanusiaan yang berpenyakit…. Bukan pengetahuan yang kita butuhkan; kita sudah punya pengetahuan. Kemanusiaan sedang membutuhkan sesuatu yang spiritual.”

Mereka tersentak, karena menyadari bahwa selama ini perguruan tinggi telah mencetak manusia-manusia yang tidak utuh; manusia yang bernalar tinggi tetapi berhati kering, sarjana yang meraksasa dalam teknik tetapi masih merayap dalam etik, intelek-intelek yang pongah dengan pengetahuan tetapi yang kebingungan untuk menikmati kehidupan.

Baca selebihnya »

PESAN MORAL IBADAH SHAUM

PESAN MORAL IBADAH SHAUM

Oleh Dr. Jalaluddin Rakhmat *

Ibadah shaum (puasa), seperti halnya ibadah-ibadah yang lain di dalam Islam, merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah Swt. Bukan hanya shaum saja yang menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah -ini yang sering kita lupakan- tetapi semua ibadah yang kita lakukan sebetulnya merupakan riyadhah untuk mendidikkan nilai moral tertentu, nilai akhlak tertentu.

Setiap ibadah, baik ibadah shaum atau ibadah lain, di dalamnya terkandung apa yang kita sebut sebagai pesan moral. Bahkan begitu mulianya pesan moral ini, sampai Rasulullah Saw. Menilai ‘harga’ suatu ibadah itu dinilai dari sejauh mana kita menjalankan pesan moralnya. Apabila ibadah itu tidak meningkatkan akhlak kita, Rasulullah Saw. menganggap bahwa ibadah itu tidak bermakna. Dengan kata lain, kita tidak melaksanakan pesan moral ibadah itu.

Baca selebihnya »

Lailatul-Qadar

LAILAT AL-QADAR

SUMBER: Media Isnet

Oleh Dr. M. Quraish Shihab, M.A.

Quraish Shihab

Berbicara tentang Lailat Al-Qadar mengharuskan kita  berbicara tentang surat Al-Qadar.

Surat  Al-Qadar  adalah  surat  ke-97  menurut urutannya dalam Mushaf.  Ia  ditempatkan  sesudah  surat  Iqra’.  Para   ulama Al-Quran menyatakan bahwa ia turun jauh sesudah turunnya surat Iqra’. Bahkan sebagian di antara mereka menyatakan bahwa surat
Al-Qadar turun setelah Nabi Saw. berhijrah ke Madinah.
Baca selebihnya »

Prof Dr Muhibbin: Hadis Palsu dan Lemah dalam Sahih Bukhari

Prof Dr Muhibbin: Hadis Palsu dan Lemah dalam Sahih Bukhari

SUMBER: REPUBLIKA ONLINE

”Telitilah kembali setiap hadis yang dinisbatkan pada Rasulullah SAW. Jangan asal riwayat Bukhari, lalu dikatakan sahih.”

Prof Dr MuhibbinSebagian besar umat Islam di seluruh dunia, yakin dan percaya bahwa kitab hadis Jami’ al-Shahih karya Imam Bukhari adalah sebuah kitab yang berisi kumpulan hadis-hadis paling sahih. Karena keyakinan itu pula, sebagian besar ulama pun turut meyakini dan menempatkannya pada urutan pertama kitab hadis sahih.

Benarkah demikian? ”Tidak semua hadis yang terdapat dalam kitab Jami’ al-Shahih karya Imam Bukhari itu benar-benar sahih. Terdapat beberapa hadis yang termasuk kategori lemah dan palsu,” kata Prof Dr H Muhibbin MAg, guru besar dan pembantu Rektor I IAIN Walisongo, Semarang.

Baca selebihnya »

Dr. M. Quraish Shihab, M.A: MARHABAN YA RAMADHAN

MARHABAN YA RAMADHAN

SUMBER ARTIKEL: Media Isnet

Oleh Dr. M. Quraish Shihab, M.A.

PUASA

MARHABAN YA RAMADHAN

Quraish ShihabDalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “marhaban”  diartikan sebagai “kata seru untuk menyambut atau menghormati tamu (yang berarti selamat datang).” Ia sama dengan ahlan wa sahlan  yang juga dalam kamus tersebut diartikan “selamat datang.”

Walaupun    keduanya    berarti    “selamat   datang”   tetapi penggunaannya berbeda. Para ulama tidak menggunakan  ahlan  wa sahlan  untuk  menyambut  datangnya  bulan Ramadhan, melainkan “marhaban ya Ramadhan”.

Baca selebihnya »

Idris Tawfiq, Mantan Pastor yang Memilih Islam

Idris Tawfiq, Mantan Pastor yang Memilih Islam

SUMBER: REPUBLIKA ONLINE


”Allah menyeru manusia ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).” (QS Yunus: 25)

Ayat tersebut di atas menjelaskan bahwa Allah SWT akan memberikan hidayah (jalan kebaikan) kepada siapa saja yang IDRIS TAWFIQdikehendakinya untuk memilih Islam. Tak peduli siapa pun. Baik dia budak, majikan, pejabat, bahkan tokoh agama non-Islam sekalipun.

Ayat tersebut, layak disematkan pada Idris Tawfiq, seorang pastor di Inggris yang akhirnya menerima Islam. Ia menjadi mualaf setelah mempelajari Islam dan melihat sikap kelemahlembutan serta kesederhanaan pemeluknya.

Sebelumnya, Idris Tawfiq adalah seorang pastor gereja Katholik Roma di Inggris. Mulanya, ia memiliki pandangan negatif terhadap Islam. Baginya saat itu, Islam hanya identik dengan terorisme, potong tangan, diskriminatif terhadap perempuan, dan lain sebagainya.

Baca selebihnya »