SELAMA INI DI NEGERIMU

SELAMA INI DI NEGERIMU
Oleh Gus Mus (KH. Mustofa Bisri)
gus-mus1selama ini di negerimu
manuasia tak punya tempat
kecuali di pinggir-pinggir sejarah yang mampat
inilah negeri paling aneh
dimana keserakahan dimapankan
kekuasaan dikerucutkan
kemunafikan dibudayakan
telinga-telinga disumbat harta dan martabat
mulut-mulut dibungkam iming-iming dan ancaman
orang-orang penting yang berpesta setiap hari
membiarkan leher-leher mereka dijerat dasi
agar hanya bisa mengangguk dengan tegas
berpose dengan gagah
di depan kamera otomatis yang gagu
inilah negeri paling aneh
negeri adiluhung yang mengimpor
majikan asing dan sampah
negeri berbudaya yang mengekspor
babu-babu dan asap
negeri yang sangat sukses
menernakkan kambing hitam dan tikus-tikus
negeri yang akngkuh dengan utang-utang
yang tak terbayar

Baca lebih lanjut

Gus Mus: Kau INI Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana?

 

KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAI MANA

Kau ini bagaimana?

Kau bilang Aku merdeka, Kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh Aku berpikir, Aku berpikir Kau tuduh Aku kapir

Aku harus bagaimana?

Kau bilang bergeraklah, Aku bergerak Kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, Aku diam saja Kau waspadai

Kau ini bagaimana?

Kau suruh Aku pegang prinsip, Aku memegang prinsip Kau tuduh Aku kaku
Kau suruh Aku toleran Kau bilang Aku plin-plan

Aku harus bagaimana? Baca lebih lanjut

Meneladani Sikap Toleransi Nabi

Meneladani Sikap Toleransi Nabi

SUMBER: Islam Indonesia

Laku baik selalu menggema lebih jauh ketimbang kata-kata. Setidaknya itulah yang semestinya kita petik dari Sang Teladan Tertinggi, Rasulullah Muhammad Saw., khususnya kalau kita bicara tentang toleransi.

Al-Quran jelas mengajar Muslim untuk toleran, demikian juga hadis & atsar (jejak riwayat orang-orang terdahulu). Yang menarik, ajaran toleransi dalam Islam terekam pula dalam catatan sejumlah tokoh Barat.

Pada 1936, dalam tulisan yang dimuat di The Genuine Islam Vol. 1, No. 8, sastrawan kelahiran Irlandia, Sir George Bernard Shaw mengatakan, “… (Islam) tampak di mata saya sebagai agama yang memiliki kapasitas asimilasi (melebur) … membuatnya menarik bagi segala usia. Saya juga mengamati Muhammad—lelaki hebat ini menurut pendapat saya, jauh dari seorang yang anti-Kristus, harus disebut sebagai Penyelamat Kemanusiaan….” Baca lebih lanjut

Antek Amerika, Gus Mus Buat Mereka Tercengang

Antek Amerika, Gus Mus Buat Mereka Tercengang

SUMBER: http://www.muslimedianews.com/2013/10/antek-amerika-gus-mus-buat-mereka.html

Mengapa Gus Mus pergi ke Eropa dan Amerika? Apakah ia datang ke tempat-tempat jauh itu untuk mengemis-ngemis kemuliaan dari orang-orang Eropa dan Amerika? Apakah Gus Mus merasa kurang mulia berada diantara santri-santrinya di kampung Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang? Apakah orang-orang Eropa dan Amerika itu begitu mulia di mata Gus Mus sehingga perlu disowani dan dialap berkahnya? Apakah Gus Mus itu gila hormat atau gila popularitas atau gila uang atau gila beneran?

Gus Mus datang ke Brussel, Kerajaan Belgia, atas undangan dari H. E. Werner Langen (asal Jerman), Ketua Delegasi Parlemen Eropa untuk Hubungan-hubungan dengan Negara-negara Asia Tenggara dan ASEAN, dan H. E. Arif Havas Oegroseno, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia dan Uni Eropa. Undangan ke Amerika datang dari Walter Lohman, Direktur Pusat Studi Asia di The Heritage Foundation, sebuah think-tank untuk kebijakan-kebijakan dalam dan luar negeri Amerika Serikat. Apakah Gus Mus memohon-mohon untuk bertemu mereka? Silahkan menduga-duga sendiri, apabila tidak ada jaminan bahwa omongan Gus Mus bisa dipercaya. Baca lebih lanjut

Kontroversi Hukum Ucapan Selamat Natal

Hukum Ucapan Selamat Natal

SUMBER: http://www.alkhoirot.net/

Mayoritas ulama kontemporer yang ahli di bidang fiqih, tafsir dan hadits membolehkan ucapan selamat Natal. Sementara hanya minoritas ulama yang melarang (mengharamkan) yaitu kelompok Wahabi. Namun, suara yang mengharamkan terkesan lebih nyaring.

Ada dua hal yang menjadi kontroversi seputar Natal bagi muslim yaitu hukum (a) mengucapkan selamat Natal; dan (b) mengikuti ritual sakramen Natal.

Mayoritas ulama kontemporer sepakat bahwa mengucapkan Selamat Natal itu boleh. Yang tidak sepakat dengan pandangan ini adalah para ulama Wahabi dan pendukungnya. Apabla anda melihat komentar yang tidak setuju dengan ucapan selamat Natal di artikel ini, maka hampir dapat dipastikan mereka para aktifis Wahabi di Indonesia.

Masalah kedua adalah mengikuti perayaan atau sakramen ritual Natal. Untuk hal ini, hampir semua ulama kontemporer sepakat bahwa itu haram hukumnya. Baca lebih lanjut

Mengucapkan Selamat Natal, Menurut Prof. Quraish Shihab

Mengucapkan Selamat Natal, Menurut Prof. Quraish Shihab

SUMBER: http://kaderulamakemenag.blogspot.com.

Dikutip dari buku 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui, Quraish Shihab

Ust. Dr. Quraish Shihab

Ust. Dr. Quraish Shihab

Soal:

Bolehkan kita mengucapkan salam dan atau “Selamat Natal” kepada pemeluk Nasrani?
Jawab:
Ada hadits—antara lain diriwayatkan oleh Imam Mulis—yang melarang seorang Muslim memulai mengucapkan salam kepada orang Yahudi dan Nasrani. Hadits tersebut menyatakan, “Janganlah memulai salam kepada orang Yahudi dan Nasrani. Jika kamu bertemu mereka di jalan, jadikanlah mereka terpaksa ke pinggir.”
Ulama berbeda paham tentang makna larangan tersebut. Dalam buku Subul as-Salam karya Muhammad bin Ismail al-Kahlani (jil. IV, hlm. 155) antara lain dikemukakan bahwa sebagian ulama bermadzhab Syafi’i tidak memahami larangan tersebut dalam arti haram, sehingga mereka memperbolehkan menyapa non-Muslim dengan ucapan salam. Pendapat ini merupakan juga pendapat sahabat Nabi, Ibnu Abbas. Al-Qadhi Iyadh dan sekelompok ulama lain membolehkan mengucapkan salam kepada mereka kalau ada kebutuhan. Pendapat ini dianut juga oleh Alqamah dan al-Auza’i.  Baca lebih lanjut

WAWANCARA Said Aqil Siradj: Warga NU Tidak Luntur Imannya Walau Ucapkan Selamat Natal

WAWANCARA Said Aqil Siradj: Warga NU Tidak Luntur Imannya Walau Ucapkan Selamat Natal

SUMBER: http://www.rmol.co/

RMOL. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, ucapan natal boleh saja disampaikan kepada umat Kristiani demi  kerukunan umat beragama.

“Asal niatnya selamat atas kela­hiran Isa Almasih sebagai Rasul Allah. Toh umat Kristiani juga se­lalu ucapkan selamat Idul Fitri dan selamat atas kelahiran Nabi Besar Muhammad. Lalu salahnya di ma­na,” kata Said Aqil Siradj, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Seperti diketahui, Ketua Maje­lis Ulama Indonesia (MUI) Ma’aruf Amin melarang umat Islam mengu­cap­kan Natal kepada umat Kristiani. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.