Banyak Kaum Muslimin Salah Memahami Allah!!

Banyak Kaum Muslimin Salah Memahami Allah!!

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=812

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Di terjemah Oleh Abu Salafy

.

hasan_Farhan(Syaikh Hasan bin Farhan  Al Maliky adalah ulama moderat Arab Saudi. Beliau seorang Ahli hadis, hukum Islam dan peneliti sejarah, serta seorang  peduli HAM, beliau anti sektarian, ekstrimisme dan kekerasan, lebih-lebih atas nama agama, Anda bisa berinteraksi dengan beliau lewat halaman facebook dan Twitter-nya. juga bisa mendowload buku-bukunya lewat situs resminya http://almaliky.org/index.php atau mendengar ceramah-ceramahnya lewat halaman youtube-nya)

.

Umat Islam kini menjadi problem besar yang merepotkan dunia. Sebab problem itu adalah dikarenakan kaum Muslimin salah dalam memahami Allah.

Saya akan jelaskan.

Sebelum meneruskan dan tidak mengeneralisir….

Kaum Muslimin memahami bahwa Allah pertama-tama meminta mereka mengakui-Nya. Setelahnya mereka bebas berbuat apa saja yang mereka maukan.. Mereka pasti baik-baik saja!! Yang penting mengakui Tuhan!

Kaum Muslimin mengira bahwa Allah meminta dari mereka agar beriman,.. dan agar setelahnya mereka bebas berbuat kejahatan di muka bumi ini. (Cukup) Kamu ucapkan saja Dua Kalimat Syahadat… Setelahnya selesai… Surgalah tempatmu kelak!

Ini adalah salah… Pemahaman yang salah.  Baca lebih lanjut

Membakar Manusia Hidup-hidup… Antara Hukum Agama Dan Praktik Sejarah

Menyoroti Eksekusi Pilot Yordania Mu’adz Kasasibah Dengan Dibakar Hidup-hidup Oleh ISIS

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1026

.

Bukan yang pertama kali gerombolan ekstrimis dan teroris salafy berjubah agama ini (ISIS, al Nusroh dll) yang diperalat barat dan antek-anteknya di Timur Tengah melakukan kejahatan diluar batas kemanusian, sebelumnya ketika gerakan teroris ini (ISIS) masih bersatu dengan Jabha al Nusroh dibawah al Qaeda mereka juga telah membakar manusia hidup-hidup beberapa kali… cuman waktu itu media khususnya barat tidak membesarkannya maklum yang dibakar warga biasa bukan warga barat atau sekutunya, dan waktu itu kejahatan mereka di Irak dan Suriah masih belum banyak di ketahui Dunia… Silahkan tengok tulisan Syekh Hasanbin Farhan Al Maliky  ketika mereka membakar tiga warga kurdi di Irak disini: 

https://abusalafy.wordpress.com/2014/06/04/ekstrimis-salafi-membakar-hidup-hidup-manusia-tanpa-belas-kasih-2/ 

(-Abu Salafy- )

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Penterjemah Abu Salafy

Hasan FarhanPertama-tama kami ucapkan ungkapan bela sungkawa kami kepada keluarg Pilot Yordania, hendaknya mereka berhias diri dengan kesabaran dan mengharap pahala dari Allah, mudah-mudahan dalam kejadian itu terdapat hikmah dengan dibersihkannya jiwa dan ditingkatkannya derajat.

Kedua: Berulang kali kami katakan, bahwa mengkritik sejarah dan mazhabmazhab, dan menundukkannya kepada Al Qur’an -yang mana ia adalah Rahmat bagi seluruh alam- adalah solusi. Dalam ajakan itu para Ekstrimis (Salafy Wahabi) mengecam kami dan memusuhi kami karena sikap moderat tersebut. Sebelumnya telah kami sebutkan bahwa Pola pikir (kultur) kemunafikan -karena ia bersifat setani- maka ia menyengaja meninsbatkan kepada Nabi saw. beberapa praktik keji dengan multi tujuan dan sasaran, di antaranya adalah mengecam Nabi saw. sendiri.

Sebelumnya kami telah tulis membela Nabi saw. dari berbagai tuduhan palsu yang ditempelkan dengan nama Nabi saw. seperti tuduhan bahwa beliau: Baca lebih lanjut

Kajian Ilmu Hadis: Perlakuan Buruk Ahli Hadis Terhadap Nabi Muhammad saw.

Kajian Ilmu Hadis: Perlakuan Buruk Ahli Hadis Terhadap Nabi Muhammad saw.

 

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=66

Demi Kecintaan kepada Nabi yang suci dan dalam menyambut maulid manusia yang digelari rahmatan lil alamin, Nabi yang agung, pelopor dan teladan budi pekerti dan akhlak Karimah, Kami persembahkan artikel dibawah ini untuk membela kesucian beliau dari hadis-hadis pelecehan dan penghinaan terhadap pribadi beliau produk tiran dan kaum nawashib (pembenci keluarga Nabi saw.). sangat disayangkan hadis-hadis palsu ini banyak bertebaran di kitab-kitab hadis standar yang diakui keshahihannya -Abu Salafy-

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanAhli hadis mengklaim bahwa Nabi saw. menikahi Aisyah ketika ia berusia enam tahu! Dan beliau saw. berumah tangga (bersebadan) ketika Aisyah berusia sembilan tahun! Ini adalah batil (palsu)[1]

Tentang menikahnya Aisyah dalam usia di atas terdapat dalam Shahihain (Shahih Bukhari & Muslim) dari riwayat Hisyam bin Urwah dari ayahnya (Urwah) dari Aisyah. Ini adalah palsu. Hisyam dan ayahnya termasuk orang yang condong/mendukung para penguasa lalim/tiran. Dan para ulama pun berselisih, Abu Usamah meriwayatkannya dari Hisyam dari ayahnya secara mursal. Sementara Bukhari dan Muslim hanya meriwayatkan yang marfû’ dan riwayat yang sanadnya munqathi’ -dalam kasus ini – lebih kuat. Urwah yang tertuduh dalam riwayat itu. Ia teman dekatnya Mu’awiyah. Sedangkan Hisyam -putranya- sebagian ulama men-tsiqah-kannya semantara ulama lain men-dha’if-kannya. Ia bukan hujjah. Dan adanya idhthirâb/kekacauan -dalam riwayat ini- ada yang menyambungkan riwayat -dengan menyebut ucapan Aisyah- (alwashlu) dan ada yang memutus -hanya menyebut ucapan Urwah- (al irsâl) adalah sebuah bentuk cacat dalam hadis/riwayat, dan fakta sejarah pun menolaknya. Baca lebih lanjut

Dua Potret Nabi Muhammad Saw. Yang Kontradiksi!

Dua Potret Nabi Muhammad Saw. Yang Kontradiksi

SUMBER: https://abusalafy.wordpress.com/2015/01/06/dua-potret-nabi-muhammad-saw-yang-kontradiksi-edisi-khusus-bulan-nabi-saw/

Oleh Abu Salafy

Pendahuluan:

Sudah seharusnya seorang nabi –nabi siapapun- menyandang sifat mulia yang menjadi contoh terindah dan uswah hasanah bagi umat manusia seperti yang dimaukan Allah Taâ’lâ-. Ia seorang penyandang keutamaan, pemilik akal sempurna dan puncak kesempurnaan. Teladan dalam hikmah, kewibawaan dan keanggunan. Seorang yang alim (mengenal Tuhannya dengan pengenalan sempurna), bijak, pemberani, tegar dan teguh serta sifat-sifat mulia kemanusiaan lainnya.

Ikhtisar kata: ia adalah seorang yang makshum dari kesalahan, terbebas dari kekurangan dan ketergelinciran. Paling mulia dan sempurnanya makhluk. Karena itu Allah mengutus Nabi kita Muhammad saw. sebagai uswah dan teladan bagi umat manusia sepanjang masa dan Allah mewajibkan atas mereka berteladan dengannya dalam segala perkara sampai-sampai dalam rincian paling parsial dari urusan dan tindakan kita sekalipun. Baca lebih lanjut

Membela Nabi Muhammad Saw.

Membela Nabi Muhammad Saw.

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=id=60

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Penterjemah Abu Salafy

hasan_FarhanMembela Nabi saw. tidak bisa dengan modal kabodohan. Kaum jahil menjadikan kebodohan sebagai cara/senjata untuk membela Nabi saw., seperti membalas caci maki dengan caci maki atau memutus hubungan (seperti yang mereka lakukan terhadap si dungu dari Najd). Membela Nabi saw. harus dilakukan dengan mendengarkan argumentasi si penghujat/pengecam kemudian membantahnya secara ilmiah.

Pertanyaan pertama adalah: Bagaimana kita membuktikan kenabian Nabi (Muhamad) saw. untuk seluruh dunia.?!

Para peneliti yang telah memberikan perhatian tentang besarnya kenabian dan bukti-bukti kenabian telah kita abaikan, dan kita tidak memanfaatkan warisan intelektual mereka, khususnya para ulama dari mazhab Mu’tazilah, hanya karena mereka bertentangan dengan kaum Hanbali (salafy/wahabi)!

Kita memusuhi person dan mencintai serta membela person pula.. Kita tidak memusuhi karena Allah dan tidak mencintai karena Allah… Baca lebih lanjut

Antek Amerika, Gus Mus Buat Mereka Tercengang

Antek Amerika, Gus Mus Buat Mereka Tercengang

SUMBER: http://www.muslimedianews.com/2013/10/antek-amerika-gus-mus-buat-mereka.html

Mengapa Gus Mus pergi ke Eropa dan Amerika? Apakah ia datang ke tempat-tempat jauh itu untuk mengemis-ngemis kemuliaan dari orang-orang Eropa dan Amerika? Apakah Gus Mus merasa kurang mulia berada diantara santri-santrinya di kampung Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang? Apakah orang-orang Eropa dan Amerika itu begitu mulia di mata Gus Mus sehingga perlu disowani dan dialap berkahnya? Apakah Gus Mus itu gila hormat atau gila popularitas atau gila uang atau gila beneran?

Gus Mus datang ke Brussel, Kerajaan Belgia, atas undangan dari H. E. Werner Langen (asal Jerman), Ketua Delegasi Parlemen Eropa untuk Hubungan-hubungan dengan Negara-negara Asia Tenggara dan ASEAN, dan H. E. Arif Havas Oegroseno, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia dan Uni Eropa. Undangan ke Amerika datang dari Walter Lohman, Direktur Pusat Studi Asia di The Heritage Foundation, sebuah think-tank untuk kebijakan-kebijakan dalam dan luar negeri Amerika Serikat. Apakah Gus Mus memohon-mohon untuk bertemu mereka? Silahkan menduga-duga sendiri, apabila tidak ada jaminan bahwa omongan Gus Mus bisa dipercaya. Baca lebih lanjut

Kontroversi Hukum Ucapan Selamat Natal

Hukum Ucapan Selamat Natal

SUMBER: http://www.alkhoirot.net/

Mayoritas ulama kontemporer yang ahli di bidang fiqih, tafsir dan hadits membolehkan ucapan selamat Natal. Sementara hanya minoritas ulama yang melarang (mengharamkan) yaitu kelompok Wahabi. Namun, suara yang mengharamkan terkesan lebih nyaring.

Ada dua hal yang menjadi kontroversi seputar Natal bagi muslim yaitu hukum (a) mengucapkan selamat Natal; dan (b) mengikuti ritual sakramen Natal.

Mayoritas ulama kontemporer sepakat bahwa mengucapkan Selamat Natal itu boleh. Yang tidak sepakat dengan pandangan ini adalah para ulama Wahabi dan pendukungnya. Apabla anda melihat komentar yang tidak setuju dengan ucapan selamat Natal di artikel ini, maka hampir dapat dipastikan mereka para aktifis Wahabi di Indonesia.

Masalah kedua adalah mengikuti perayaan atau sakramen ritual Natal. Untuk hal ini, hampir semua ulama kontemporer sepakat bahwa itu haram hukumnya. Baca lebih lanjut

WAWANCARA Said Aqil Siradj: Warga NU Tidak Luntur Imannya Walau Ucapkan Selamat Natal

WAWANCARA Said Aqil Siradj: Warga NU Tidak Luntur Imannya Walau Ucapkan Selamat Natal

SUMBER: http://www.rmol.co/

RMOL. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, ucapan natal boleh saja disampaikan kepada umat Kristiani demi  kerukunan umat beragama.

“Asal niatnya selamat atas kela­hiran Isa Almasih sebagai Rasul Allah. Toh umat Kristiani juga se­lalu ucapkan selamat Idul Fitri dan selamat atas kelahiran Nabi Besar Muhammad. Lalu salahnya di ma­na,” kata Said Aqil Siradj, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Seperti diketahui, Ketua Maje­lis Ulama Indonesia (MUI) Ma’aruf Amin melarang umat Islam mengu­cap­kan Natal kepada umat Kristiani. Baca lebih lanjut

Wawancara: Muhammad Anwar Syalabi, Wakil Mufti Dar Al-Ifta Mesir

Wawancara: Muhammad Anwar Syalabi, Wakil Mufti Dar Al-Ifta Mesir

“Rukyat Dulu, Baru Hisab”

SUMBER: Republika Online

Problematika penetapan awal bulan, juga terjadi di negara Islam mancanegara. Perbedaan yang muncul kemudian, dinilai sebagai dinamika dalam pengambilan hukum.

Fenomena itu pun, menurut Wakil Mufti Dar Al-Ifta Mesir, Prof Dr Muhammad Anwar Syalabi, pernah terjadi dalam diskursus kajian fikih. Ini bila kaitannya dengan negara satu dan negara lain.

Tetapi, menurutnya, bila perbedaan muncul dalam satu negara mestinya tak boleh terjadi. “Perbedaan tidak dibenarkan dalam kasus ini,” katanya. Baca lebih lanjut

Dakwah vs Menakut-nakuti

Dakwah vs Menakut-nakuti

SUMBER: www.gusmus.net

.

Oleh: Dr. KH. A. Mustofa Bisri

Seorang kawan budayawan dari satu daerah di Jawa Tengah yang biasanya hanya SMS-an dengan saya, tiba-tiba siang itu menelpon. Dengan nada khawatir, dia melaporkan kondisi kemasyarakatan dan keagamaan di kampungnya. Keluhnya antara lain,“Kalau ada kekerasan di Jakarta oleh kelompok warga yang mengaku muslim terhadap saudara-saudaranya sebangsa yang mereka anggap kurang menghargai Islam, mungkin itu politis masalahnya. Tapi ini di kampung, Gus, sudah ada kelompok yang sikapnya seperti paling Islam sendiri. Mereka dengan semangat jihad, memaksakan pahamnya ke masyarakat. Sasarannya jamaah-jamaah di masjid dan surau. Rakyat pada takut. Bahkan, na’udzu billah, Gus, saking takutnya ada yang sampai keluar dari Islam. Ini bagaimana? Harus ada yang mengawani masyarakat, Gus. NU dan Muhammadiyah kok diam saja ya?” Baca lebih lanjut