Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad Saw., Tanggung Jawab Barat dan Tanggung Jawab Umat Islam!

Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad Saw., Tanggung Jawab Barat dan Tanggung Jawab Umat Islam!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=116

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Penterjemah: Abu Salafy

Hasan FarhanBarat pada umumnya dan khususnya AS tidak mengenal kebebasan berpendapat ketika permasalahannya berkaitan dengan Israel atau Holocaust (pembantaian Yahudi oleh rezim Hitler _red).
Di sini Barat dan Amerika Serikat lupa akan kebebasan berpendapat, berekspresi dan berkreasi…
Di sini, kuliah-kuliah ilmiah, buku-buku, pena-pena dan pendapat-pendapat dilarang.
Di sini akan ada pengadilan, pemenjaraan, denda-denda memberatkan dll…

Tetapi Barat dan Amerika Serikat mereka adalah Pemimpin dan Pendukung Kebebasan berpendapat jika berkaitan dengan pelecehan dan penghinaan para Nabi, termasuk Nabi Muhammad bin Abdillah; Nabi Penutup -shalawat dan salam Allah atasnya dan atas keluarganya-.

Di sana berlangsung dengan sempurna paling tegasnya penghinaan dan paling kejinya dusta dan fitnah tanpa pengontrolan dan pengawasan. Standar ganda ini harus segera berakhir…! 

Dengan menetapan standar/batasan bagi kebebesan berpendapat, dan hendaknya kehormatan para Nabi as dimasukkan paling tidak disandingkan bersama Holocaust (untuk tidak boleh disentuh _red). Atau dengan dibuka pintu kebebasan selebar-lebarnya, dan membicarakan Holocaust dan Israel serta Bangsa Samiah/semit (Yahudi) juga dibolehkan…

Jadi tanggung jawab Barat pada umumnya dan khusuanya AS -jika memang mereka itu serius dalam membela kebebesan berpendapat dan berekspresi- hendaknya mereka membuka pintu kebebasan secara mutlak, atau menetapkan batasan/’platfon’ bagi kebebesan berpendapat dan berekspresi. Setidaknya hendaknya pihak-pihak yang memproduksi penghinaan tanpa arah terhadap para Nabi dan Rasul. Atau setidaknya di sana ada pengawasan akademik dari lembaga-lembaga akademik dan filosofis -yang netral, tidak berkepentingan membela atau menyerang agama- lembaga itu hanya akan mendiskusikan pemikiran dan sejauh mana kebenarannya sebelum dipublikasikan.

Kami beriman dengan kebebasan perpendapat dan berkeyakinan serta kebebasan berpendapat bagi setiap manusia. Tidak ada paksaan dalam agama. Akan tetapi menghina dan melecehkan secara serabutan dengan tujuan menghina bukan informasi tentu sangat berbeda dengan pembacaan pemikiran yang (berakhir dengan) memilih pemikiran anti Tuhan (ateis) atau mengingkari kenabian.

Siapapun di dunia ini boleh berkata: “saya tidak beriman kepada Tuhan (apapun Dia), nabi dan wahyu, dan ini bukti-bukti saya…..” Adapun orang itu atau pihak produser itu, yang memproduksi kedunguan dan kesengajaan kejahatan turun dengan me-launching film yang menghina dan sejenisnya, maka hal ini tidak ada kaitannya dengan pemikiran, kebebesan, perbedaan, kekafiran dan keateisan.. Ini adalah kejahatan penghinaan yang disengaja, tidak ada lain. (Dan saya telah menonton beberapa bagian dari film tersebut, dan di dalamnya terdapat banyak fitnah yang dengan mudahnya dilihat oleh seorang yang obyektif walaupun ia seorang ateis).

Ini adalah tanggung jawab Barat dan khususnya Amerika Serikat.

Lalu apa tanggung jawab kita kaum Muslimin?

Tanggung jawab kita berangkat dari dua kewajiban:

Kewajiban Pertama: Mengecam dengan seluruh cara yang bisa kita lakukan baik berupa artikel-artikel, demonstrasi damai, memutus hubungan atau mengurangi atau membekukanya dll. Agar Barat dan AS tahu bahwa kita bukan kaum dungu sehingga dapat mereka tipu bahwa mereka adalah pembela kebebesan berpendapat.

Mereka hanya mendukung kebebasan berpendapat yang relatif. Maka hendaknya para nabi juga mereka masukkan dalam lingkaran kebebasan relatif (yang mereka dukung itu). Dan hendaknya mereka menjauhkan diri dari penghinaan terencana dan bukan berdasarkan ilmu. Kewajiban ini harus dibarengi dengan kewajiban lain yaitu menghindarkan diri dari pembunuhan dan kekerasan, karena dalam agama kita (Tidaklah seseorang menanggung dosa orang lain). Lalu apa dosa Duta itu atau Aparat Barat itu sehingga ia harus dibunuh?.. Tidak! Tidak akan menanggung dosa kecuali pelakunya. Seorang yang masuk ke negeuri kita dengan cara aman hendaknya ia juga keluar dengan cara aman pula. Perjanjian ini di sisi Allah sangat besar. Tidak boleh diremehkan, betapapun kemarahan kita meluap-luap dan penghinaan mereka melampaui batas. Semua demi ayat: ( –لا تزر وازرة وزر أخرىTidaklah seseorang menanggung dosa orang lain ).

Inilah keagungan Islam yang tidak diketahui oleh si Pastur itu atau para pelaku yang melampaui batas itu.

Kewajiba Kedua: dan ini lebih penting:
Kita umat Islam harus bangkit mengecam pelecehan/penghinaan terhadap Nabi saw. -baik pada level pribadi maupun pada level Sirah/prilaku- yang telah memenuhi warisan intelektual kita, walaupun dengan menggunakan bahasa yang lembut dan cara-cara yang berbelit-belit.

Hendaknya kita merujuk Sirah kenabian dalan buku-buku dan referensi utama kita niscaya di dalamnya kita akan menemukan banyak pencorengan nama baik beliau yang telah ditempelkan oleh para penguasa ritan, para ulama istana dan para Ahli Hadis binaan mereka.Bahkan saya pastikan bahwa kebanyakan yang terekam di Barat tentang penggambaran dan citra buruk terhadap Nabi saw. itu ada (termuat) dalam kitab-kitab/literatur kita, baik yang terkait dengan hadis-hadis maupun dengan peristiwa-peristiwa yang palsu yang dinisbatkan kepada Nabi Islam, yang di dalamnya terdapat pelanggaran tentang pembunuhan , seks [1], atau menghukum mati/membunuh atas dasar keyakinan atau penyiksaan[2]… dll.

ini semua wajib atas kita mengkritisinya dengan dasar ilmu dan kebenaran di samping menunjuk yang bertanggung jawab atas tercemarnya sumber-sumber standar Hadis, Fikih, Akidah dan Tafsir. Dan darinya akan bercabang kewajiban lain, menelusuri sebab pengabaian/keteledoran kita terhadap Nabi saw., baik dari sisi makrifat, kemanusian dan pemikiran.

Nabi saw. adalah pribadi pertama yang menjalankan Al Qur’an, lalu mengapakah kita menemukan makrifat dalam Al Qur’an namun kita tidak menemukannya dalam hadis?

Mengapakah kita menemukan kebebasan/al hurriyah dalan Al Qur’an tetapi kita tidak menemukannya dalan hadis?

Mengapa tema berpikir tentang alam (ciptaan Allah) ada dalam Al Qur’an tetapi tidak kita temukan dalam Al Qur’an?

Siapa yang bertanggung jawab atas ghaibnya (hilangnya) peran kenabian di sini, penelantaran sisi makrifat dan kemanusiaan dalan kenabian yang tentunya pasti harus ada, karena Nabi saw. memancarkan Al Qur’an dan berangkat dari titik Al Qur’an (Aku tidaklah kecuali mengikuti Al Qur’an). Lalu siapakan yang bertanggung jawab atas penggaiban (menghilangkan) bagian penting ini dari Sirah Nabawiyah?

Jawabnya: Mereka (umat Islam) sendiri-lah yang berdusta atas nama Nabi saw. kepalsuan-kepalsuan tersebut. Lalu kapan kita umat Islam menyadari akan hal itu?

Jadi inilah proyek hakiki yang sangat strategis yang wajib atas kaum Muslimin berjalan di atasnya.

Membela Nabi saw. tidak hanya dari serangan Barat semata, tetapi juga terhadap kaum Muslimin yang telah menghinakan Nabi saw. di sepanjang sejarah. Kejujuran dalam membela Nabi saw. harus dilakukan terhadap siapapun yang menghinakan Nabi saw. baik dia seorang Muslim atau non Muslim, pecinta mupun pembenci, seorang yang cerdas ataupun dungu. Setiap penghinaan harus dibantah dengan ilmu, makrifat dan bukti. Bukan dengan merahasiakan dan membela para penghina. Dan semua itu harus dibangun di atas pondasi Qur’ani, Aqliah bahkan juga berdasarkan riwayat yang menolak dinisbatkannya kepalsuan-kepalsuan itu kepada Nabi saw. Perkara-perkara yang dimanfaatkan oleh para pendengki dari satu waktu ke waktu lain.

Hendaknya para ulama Islam mengizinkan Nabi saw. untuk dibela di negeri-negeri Islam sendiri, dan menyajikan apa-apa yang selama ini telah ditelantarkan dari ilmu Nabi, Sirah Nabi, makrifat Nabi dan sisi kemanusian Nabi saw..

Jadi hendaknya mereka membela Nabi saw. dengan dasar ilmu dan bukti dan berani mengkritisi warisan intelektual yang terbingkai dengan politik yang telah menghina Nabi saw. -dengan menelantarkan banyak keindahan-keindahan beliau dan menambah-nambah kejelekan-kejelekan yang mereka tempelkan kepada Nabi saw. – atau hendaknya mereka membiarkan orang lain yang mau membela Nabi saw. untuk berbicara, mempublikasikan walaupun orang itu lemah, seperti dalam hadis (Kalian akan ditolong Allah melalui kaum lemah di antara kalian).Hendaknya mereka membiarkan para kaum lemah untuk membela jika mereka (para ulama itu) tidak mampu membela Nabi saw.

Adapaun mereka membenarkan warisan intelektual yang berbasis politik yang menghina Nabi saw. kemudian mereka mengecam pihak yang memanfaatkannya dan menambah-nambahinya, maka ini melemahkan kredibelitas mereka sebagaimana kredibelitas Barat juga lemah dalam kebebasan berpendapat.

___________

[1] Banyak sekali kitab hadis kita baik Shahih Bukhari, Muslim maupun kitab-kitab standar lainnya dari kutubus Sittah (kitab Standar yang 6) yang kecolongan memuat hadis-hadis pelecehan yang menggambarkan Nabi saw sebagai seorang yang gila seks seperti Nabi mengumpuli istri-istrinya dalam satu riwayat disebut 9 dalam riwayat yang lain disebut 11 istri dikumpuli sekaligus dalam satu malam (Shahih Bukhari, Muslim dll) , Disebutkan Juga bahwa Nabi saw mempunyai kekuatan seks sama dengan 30 kekuataan seks lelaki normal silahkan merujuk:

Shahih Bukhari, Kitab al-Ghusl, Bab Idza Jama’ Tsumma ‘Ada Wa Man Dâra ‘Alâ Nisâ’ihi Fi Ghuslin Wâhidin (Jika seorang bersetubuh kemudian ia kembali dan orang yang berkeliling menggauli istri-istrinya dengan satu kali mandi):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدُورُ عَلَى نِسَائِهِ فِي السَّاعَةِ الْوَاحِدَةِ مِنْ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُنَّ إِحْدَى عَشْرَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسٍ أَوَكَانَ يُطِيقُهُ قَالَ كُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُعْطِيَ قُوَّةَ ثَلَاثِينَ وَقَالَ سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ إِنَّ أَنَسًا حَدَّثَهُمْ تِسْعُ نِسْوَةٍ

“… dari Anas bin Malik, ‘Ia berkata, ‘Adalah Nabi saw. berkeliling menggilir istri-istri beliau dalam satu waktu, siang dan malam dan istri-istrinya (waktu itu) berjumlahsebelas orang. ditanyakan kepada Anas: Apakah Nabi saw. mampu melakukan senggama (dengan sebelas istri beliau siang dan malam)? Maka Anas menjawab,“Kami sering berbincang-bincang bahwa beliau di beri kekuatan tiga puluh lelaki…..”

lucunya dalam shahih Bukhari  juga Nabi saw digambarkan sebagai seorang lelaki yang loyo dalam hal seks. sesuatu yang kontradiksi bukti kepalsuan hadis-hadis pelecehan ini:

حدثنا هارون بن معروف وهارون بن سعيد الأيلي قالا حدثنا بن وهب أخبرني عياض بن عبد الله عن أبي الزبير عن جابر بن عبد الله عن أم كلثوم عن عائشة زوج النبي صلى الله عليه وسلم قالت ثم إن رجلا سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الرجل يجامع أهله ثم يكسل هل عليهما الغسل وعائشة جالسة فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إني لأفعل ذلك أنا وهذه ثم نغتسل

“… dari Ummu Kultsum dari Aisyah, istri Nabi saw., ia berkata, “Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw. tentang seseorang pria yang menggauli istrinya kemudian ia loyo (berhenti sebelum mengeluarkan mani) apakah keduanya wajib mandi? Ketika itu Aisyah ra. sedang duduk (bersama Nabi saw.), maka Rasulullah saw. menjawab, ‘Aku benar-benar melakukan seperti itu dengan dia ini (Aisyah ra.) kemudian kami berdua mandi.’” (Shahih Bukhari)

Nabi Saw digambarkan juga bahwa Nabi saw tidak tahan melihat seorang wanita molek dan terangsang sehingga beliau buru-buru pulang meninggalkan sahabatnya untuk memuaskan nafsu birahinya (wal iyadh billah).. hadis-hadis tersebut sebagian telah kami muat dalam catatan kaki artikel Syekh Hasan al Maliky yang lalu silahkan merujuk kesini: https://abusalafy.wordpress.com/2014/12/23/kajian-ilmu-hadis-perlakuan-buruk-ahli-hadis-terhadap-nabi-saw-edisi-khusus-menyambut-bulan-kelahiran-nabi-saw/

Hadis-hadis pelecehan diatas sengaja dibuat oleh para tiran yang hobi mengumbar nafsu syahwatnya untuk menjustifikasi kerusakan moral mereka… dengan dalih bahwa Nabi Muhammad toh tak beda banyak dengan mereka dalam hal ini (seks) seperti al Mutawakkil yang mempunya 4000 gundik lihat catatan kaki dalam artikel ini: https://abusalafy.wordpress.com/2015/01/05/kapan-muncul-nama-mazhab-kita-ahlusunnah-wal-jamah-dan-sejauh-mana-legalitasnya-m/

Lihat juga prilaku seks Muawiyah soal seks sebagaimana dituturkan oleh Ibnu Katsir ahli tafsir kepercayaan salafiyun

Para ulama di antaranya Ibnu ‘Âsakir, Ibnu Katsîr (yang sangat dibanggakan Ust. Firanda untuk membela Mu’awiyah) dan juga Ibnu Hajar meriwayatkan dari Khadîj al Khishshi (maula Mu’awiyah) berkata, “Mu’awiyah membeli seorang budak wanita kuning nun jelita, lalu aku giring ia masuk menemui Mu’awiyah (di dalam istana) dalam keadaan BUGIL/TELANJANG BULAT. Dan ketika itu di tangan Mu’awiyah ada tongkat pendek, lalu Mu’awiyah mengayunkannya ke arah kemaluan budak wanita itu seraya berkata, “Benda unik, andai aku juga punya benda unik. Bawa ia pergi menemui Yazid!”

Lengkapnya silahkan merujuk artikel kami tentang ini disini:

https://abusalafy.wordpress.com/2012/10/07/awal-bukti-kebangkrutan-ustadz-firanda-al-amil-al-wahhabi/ 

[2] Dalam Shahih-nya Imam Bukhari mengulang beberapa kali hadis produk Bani Umayah, yang menggambarkan Nabi saw. yang rahmatan lil-alamin sebagai seorang yang sadis, sebagaimana prilaku penguasa Bani Umayah (wal iyadh billah) Silahkan merujuk Shahih Bukhari dalam Kitab al Wudhû’, Bab Abwâlul Ibil wa ad Dawâb wa al Ghanam wa Marâbidhihâ (Bab kencing unta, ternak dan kambing serta kandangnya).

عن أنس أنّ ناساً كان بهم سقم قالوا: يا رسول الله آونا وأطعمنا فأمرهم النبيّ (صلى الله عليه وآله) أن يلحقوا براعيه يعني الإبل فيشربوا من ألبانها وأبوالها فلحقوا براعيه فشربوا من ألبانها وأبوالها حتى صلحت أبدانهم فقتلوا الرّاعي وساقوا الإبل فبلغ ذلك النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم فبعث في طلبهم فجيء بهم فقطع أيديهم وأرجلهم وسمر أعينهم فرأيت الرّجل منهم يكدم الأرض بلسانه حتى يموت

 Dari Anas (bin Malik), “Sesungguhnya ada sekelompok orang yang sakit berkata, ‘Wahai Rasulullah saw., beri kami tempat berteduh dan beri kami makan.’ Maka Nabi saw. memerintah mereka mendatangi pengembala unta, agar meminum dari susu dan kencingnya. Mereka mendatanginya dan meminum dari susu dan kencingya sehingga sembuh tubuh mereka, lalu mereka membunuh si pengembala dan menggiring (membawa lari) unta-unta itu. Kemdian sampailah berita itu kepada Nabi saw., maka beliau mengutus orang-orang untuk mencari mereka, setelah mereka didatangkan, Nabi memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka serta menyetrika/menggores mata-mata mereka dengan besi/paku mengangah. Aku (kata Anas) menyaksikan seorang dari mereka menjulur-julurkan lidahnya ke tanah (untuk mendinginkan) hingga mati!

lalu dengan dalih hadis palsu diatas mereka mengatakan bahwa demikianlah Nabi saw. menyiksa lawan-lawannya sehingga dengan demikina mereka melegalkankejahatan-kejahatan mereka (para tiran) itu (Abu Salafy)

Satu Tanggapan

  1. Tak perlu merasa tersinggung jika Nabi saw di ejek dan diremehkan, sebab sejak mulai menjadi nabi dan rasul sudah dihina, orang gila, tukang sihir, doyan perempuan, orang bodoh dll. bukan seorang nabi datang jika mendapat kehinaan, demikian pula ajarannya, memang sunnatullah jika manusia sudah menjadi syetan, memang kerjaannya menghina dan mengejek, baca surat AlHumazah (,mengejek dan menghina), bagaimana sikap orang yang beriman :
    1. Si penghina dan pengejek serahkan saja tanggung jawabnya kepada Allah swt suatu saat ada balasannya (Hatta idzaa akhodznaahum bil`adzaabi idzaahum yaj aruuna)Almukminuuna.
    2. Bersabar, tak perlu ditanggapi emosi, dan Raabithuu = perkuat keimanan hingga tangguh pasti kamu beruntung.
    3. Fahami AlQuran bagaimana sikap orang-orang kafir yang banyak dijelaskan Allah swt, tentang permusuhannya terhadap kebenaran Allah, tunggu saja kehancurannya,
    4. Tidaklah mudah seorang yang beriman dipropokasi( sifat Abu Lahab), tak perlu mengkuti dan mendengar omongan mereka hingga kita larut kedalamnya, karena Umat Islam sekarang cuma nama mudah ikut larut kebanyakan didalamnya, contoh di Indonesia hampir 2/3 umatnya musyrik sangat mudah meniru yang buruk. Di Timur Tengah 17 negara yang mayoritas katanya Islam sudah hilang 80% girah Islam AlQurannya, tidak ada berniat jihad membela saudaranya di Plalestina, Isrel yang hanya 7 juta penduduknya bisa mengalahkan 17 Negara yang mayoritas Islam keok dg Israel, mengapa ? karena sudah merasa kaya serba cukup hartanya maka hilang Allahnya, pada takut mati, do`a yang beriman dan ikhlas ditunggu Allah, orang Indonesia tak perlu ke Palestine dan tak perlu ke irak tidak ada manfaatnya, keluargamu di Indonesia masih banyak yang perlu dibenahi Imannya, mau apa berjuang jauh-jauh Allah tak perintahkan, lahan syurga belum tergarap dinegerimu.
    5. Gunakan hadits yang Asli, yaitu AlQuran, sedangkan banyak hadits yang dikarang orang sesuai dengan kepentingannya, sering banyak kita tertipu oleh dajjal yang berbentuk orang berkepala babi, dan Hadits nabi yang benar adalah sesuai dg Quran, tidak bisa dilecehkan dan diselewengkan karena rujukannya pasti firman Allah, jika tidak sesuai pasti palsu.dan mudah diketahui, akan tetapi banyak diantara orang yang mengaku ahli agama Islam masih juga berdebat, berarti sama saja tidak percaya AlQuran (melanggar S.2 ayat 137), camkanlah wahai saudaraku yang seiman tidaklah mudah tertipu, oleh syetan yang berkepala orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: