Dakwah Jangan Menyebarkan Kebencian

Dakwah Jangan Menyebarkan Kebencian

SUMBER: http://www.pikiran-rakyat.com/node/196100

JAKARTA, (PRLM).- Dosen Filsafat Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Doktor Dhiyauddin Quswandi dalam seminar internasional yang bertema peran dakwah damai para habaib menyatakan, para ulama dalam menyampaikan dakwahnya tidak boleh menyebarkan kebencian kepada kelompok tertentu.

Menurut dia, ulama memiliki tiga peran penting yaitu sebagai pendakwah, pendidik, dan pemersatu sehingga, seluruh tema sentral dalam dakwah harusnya mengarah kepada tiga hal tersebut. Indonesia adalah bangsa yang memiliki banyak etnis, budaya dan agama, oleh karenanya, ulama dalam dakwahnya harus menghargai adanya keberagaman itu.

“Ulama ini jangan menambahi beban yah, sudah memiliki suatu beban persoalan-persoalan politik, ekonomi, sosial dan budaya ditambah lagi dengan persoalan-persoalan agama seperti konflik agama. Kita tahu bahwa Indonesia adalah multi etnis, multi budaya juga multi agama karena itu harusnya bagaimana dakwah ini menghargai adanya keberagaman seperti ini. Orang mencela agama lain tanda dia tidak mengerti agamanya sendiri,” papar Dhiyauddin Quswandi.

Sementara, Abdul Hadi dari Lembaga Studi Agama dan Budaya Indonesia menilai meningkatnya ekstremisme dan intoleransi di antara umat beragama berakar pada pengajaran dan dakwah yang menjauh dari spiritualitas dan tasawuf. Peran ulama dan habaib, sangat penting dalam membangun suatu bangsa.

“Jadi misalnya, oke Ahmadiyah dikatakan sesat karena berbeda. Cuma, (hal itu) bukan berarti ketika orang-orang ini dianggap sesat, lalu kita harus melakukan anarkisme kepada mereka. Itu tidak benar. Kenapa tidak benar?, karena mereka pun masih terancam, anak-anak mau sekolah takut, isteri terancam. Itu kan sudah keterlaluan, padahal kan ada hak-hak mereka,” ujar Abdul Hadi.

Sedangkan seorang ulama dari India Muhammad Ali Nadfi yang ikut dalam acara seminar internasional di Jakarta, menilai banyak ulama di Indonesia yang pesan-pesan dakwahnya mengandung pesan cinta, dan hal itu harus dicontoh oleh negara lain.

“Dari India dan dari dunia melihat sebetulnya di Indonesia ini pesan-pesan dakwah itu mengandung pesan-pesan cinta dan jalan tengah yang menjadi wajib dicontoh bagia dunia lainnya,” ungkap Muhammad Ali Nadfi.

Di tempat yang sama, Ketua DPR Marzuki Ali menyampaikan dalam dakwahnya para ulama penting menyampaikan pesan-pesan cinta dan persaudaraan karena saat ini kekerasan atas nama agama meningka

 

 

 

Satu Tanggapan

  1. jika berda`wah, apa maksud ayat 104 Ali`Imran, “jadilah kamu umat yang terbaik dalam menyampaikan kebaikkan, mengajak berbuat ma`ruf (hidup dalam kedamaian) dan menjak meninggalkan hal-hal yang munkar, mereka itulah yang beruntung,”
    1. bagaimana cara mengajak berbuat kebajikan, tentunya mencakup dari seluruh aspek dalam kehidupan didunia ini, mengajak mengembangkan kebajikan dari berbagai macam transaksi usaha yang dilakukan dengan masing-masing kadar kemampuannya, seluruhnya bernilai ibadah, tidak bersifat arogansi dan emosional karena nafsu duniawi belaka, misalnya mengajak pedagang berlaku jujur, bila memiliki harta tidak berlaku kikir, jika menjadi pegawai tidak korupsi, sentuh hatinya dan ajak berfikir untuk jalan akhirat.karena amal sholeh menyelamatkan dirinya dari neraka.
    2. megajak melakukan ma`ruf, bagaimana hidup dalam kedamaian dalam sehari-hari, istri terhadap suami demikian sebaliknya, bagaimana pembinaan Iman bersama keluarga hidup dalam kedamaian, istilah AlQuran sakinah mawaddah warahmah
    3. sampaikanlah Ilmu Allah yang ada dalam AlQuran, khususnya bagi para Da`i bagaimana caranya mempraktekan Alquran menjadi sunnah nabinya, sesuai dengan kondisi dan kadarnya masing-masing.
    4. Banyak memberikan contoh nyata dengan perumpamaan agar mudah difahami dan dimengerti dengan cepat, dan menghindari masalah khilafiah yang tak pernah berujung pangkal dalam perdebatan karena timbul saling fitnah
    5. sampaikan dengan akal sehat tidak menimbulkan gejolak dan tidak mempropokasi, karena Islam itu berintikan kedamaian yang diridhai Allah, masukkan nafsu Da`wah yang dirahmati Allah bukan nafsu yang membawa kejahatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: