Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Pertama

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Pertama

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Shalat Tarawih Sama Dengan Shalat Malam
Kali ini kami akan membicarakan masalah Shalat Tarawih. Perlu diingatkan bahwa tulisan kali ini cukup panjang dan berkesan menyulitkan, jadi harap dapat dimaklumi dan bagi yang enggan membacanya sampai habis maka lebih baik tidak membacanya sama sekali. Tulisan ini akan kami bagi menjadi 5 bagian yaitu

  • Shalat Tarawih Sama Dengan Shalat Malam
  • Apakah Shalat Tarawih Harus Berjamaah?
  • Benarkah Shalat Tarawih Bid’ah?
  • Kontroversi Rakaat Shalat Tarawih
  • Altenatif Pendapat Yang Benar Perihal Shalat Tarawih

Kata Tarawih sendiri adalah terminologi yang baru yang tidak ditemukan di zaman Rasulullah SAW. Tarawih secara bahasa berarti duduk sesaat beristirahat sehingga yang dimaksud dengan penamaan Shalat Tarawih merujuk pada pelaksanaan shalat yang diselingi dengan duduk istirahat sebentar.

.
Dan memang untuk apa memusingkan soal istilah jika substansi yang dibicarakan ya sama saja. Jika kita merujuk pada semua dalil yang digunakan sebagai dasar Shalat Tarawih maka dapat dilihat bahwa semua dalil itu merujuk pada Shalat Malam di bulan Ramadhan.

.
Shalat Malam tidak hanya terkhusus di bulan Ramadhan karena sudah jelas itu juga dianjurkan di bulan-bulan lain. Bedanya shalat malam di bulan lain lebih terkenal dengan nama Shalat Tahajud. Dari sini secara sederhana maka cukup beralasan untuk menyatakan bahwa Shalat Tarawih sama saja dengan Shalat Tahajud.

.
Banyak sekali perdebatan yang terjadi seputar masalah tarawih dari yang paling krusial apakah itu adalah sunnah? Sampai pada hal yang suka bikin ribut yaitu jumlah rakaat tarawih sendiri. Dalam hal ini Ahlus Sunnah sepakat bahwa tarawih berjamaah itu sunnah sedangkan saudara kita yang Syiah dengan tegas menolak bahwa Tarawih itu sunnah. Bisa dikatakan kami punya pandangan sendiri yang berbeda dengan keduanya atau malah sepakat dengan keduanya dan anda dapat lihat itu nanti di bagian akhir

.

Dalil Dianjurkan Shalat Malam
Yang sering dijadikan Dalil sebagai Sunnahnya Shalat Tarawih adalah hadis riwayat Abu Hurairah RA salah satunya dalam Al Muwatta Imam Malik Kitab Shalat Fi Ramadhan Bab Targhib Fi Shalat Fi Ramadhan hadis no 249 tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi

عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم كان يرغب في قيام رمضان من غير أن يأمر بعزيمة فيقول من قام رمضان إيمانا وإحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه قال بن شهاب فتوفي رسول الله صلى الله عليه و سلم والأمر على ذلك ثم كان الأمر على ذلك في خلافة أبي بكر وصدرا من خلافة عمر بن الخطاب

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW mendesak orang-orang agar melaksanakan shalat di malam hari di bulan Ramadhan, tapi Beliau tidak pernah memerintahkannya secara tegas. Beliau berkata ”Barang siapa shalat di malam bulan Ramadhan dengan kesungguhan iman dan harapan maka seluruh dosanya yang telah lalu akan diampuni ”
Ibnu Shihab Al Zuhri (salah satu perawi hadis ini) berkata ”Rasulullah SAW wafat ketika hal di atas masih menjadi kebiasaan dan berlanjut pada pemerintahan Abu Bakar dan permulaan pemerintahan Umar bin Khattab”

Anda lihat sendiri tidak ada disebutkan yang namanya shalat tarawih tapi yang ada itu shalat malam. Dalam hal ini shalat malam yang dimaksud tidaklah berbeda dengan shalat-shalat malam di bulan-bulan lain hanya saja Rasulullah SAW sangat menganjurkannya di bulan Ramadhan. Jika anda melihat seseorang mengutip hadis secara terjemahan dengan kata-kata tarawih maka anda punya alasan kuat untuk meragukannya. Karena kata sebenarnya dalam bahasa arab adalah Qiyam. Kata itulah yang diartikan secara bebas sebagai tarawih dalam terjemahannya.
.

.

Hadis Kata Tarawih
Mengapa kami sangat memperhatikan masalah ini?. Pembedaan Shalat Tarawih secara khusus dengan shalat malam memiliki konsekuensi pembedaan pula dalam pensyariatannya. Shalat Tarawih bukanlah shalat yang mempunyai ketetapan khusus dalam pensyariatannya. Shalat tarawih adalah shalat malam di bulan Ramadhan. Shalat malam memang disunahkan tetapi shalat tarawih hanyalah sebuah penamaan.

Kami pernah membaca seseorang mengutip hadis riwayat Ibnu Majah bahwa Rasulullah SAW bersabda

“Ini adalah bulan di mana Allah mewajibkan puasa sementara saya (Rasulullah saw) mengajarkan tarawih sebagai sunnah.”

Perhatikan, hadis ini seolah-olah Rasulullah SAW sendiri yang menetapkan tarawih padahal hadis itu dalam bahasa arabnya tidak ada kata tarawih, kata-kata aslinya sebagai berikut

شهر كتب الله عليكم صيامه وسننت لكم قيامه
Hadis tersebut ada dalam Sunan Ibnu Majah hadis no 1328 tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi
.

.

Dalil Kata Tahajud
Anda bisa saja menolak dengan berkata shalat tarawih berbeda dengan shalat tahajud karena terminologi tahajud benar-benar ada dalam Kitab Allah

Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(QS Al Isra’ 79)

Benar sekali shalat tarawih memang berbeda dengan shalat tahajud karena yang satu terminologinya memang ada dalam Kitab Allah dan yang satu entah muncul darimana terminologinya .

Tetapi keduanya adalah sama-sama Shalat Malam hanya saja tarawih adalah penyebutan khusus untuk Shalat malam di bulan Ramadhan. Shalat malam sudah dari dulu disunahkan sebagaimana yang termaktub dalam Al Quranul Karim dan hadis-hadis shahih. Dan setelah itu shalat malam ini sangat dianjurkan dan ditekankan oleh Nabi SAW pada bulan Ramadhan. Ketika itu Rasulullah SAW tidak sedang membicarakan bentuk shalat yang baru tetapi sama seperti shalat-shalat malam sebelumnya. Jadi dari segi waktu maka shalat tahajud dan shalat tarawih memang berbeda tetapi dari segi substansi shalat keduanya sama saja.

.

.

Khatimah Pertama

Berlandaskan hadis-hadis marfu’ dan shahih (sejauh pengamatan kami) maka tidak ada satupun keterangan dari Rasulullah SAW yang menyatakan perbedaan khusus shalat malam baik shalat tarawih maupun shalat tahajud mengenai jumlah rakaat minimal dan maksimal. Dan Rasulullah SAW tidak pernah secara khusus membedakan tata cara shalat tahajud dan shalat tarawih.

Kami tidak menafikan bahwa terjadi perbedaan di antara ulama perihal apakah shalat tahajud dan shalat tarawih itu berbeda atau sama. Tetapi dalam hal ini kami tidak semata-mata berpegang pada Qaul ulama kecuali jika Qaul mereka memang berlandaskan pada hadis-hadis yang shahih. Dan kami tidak menentang tindakan para ulama hadis yang mencatat dalam kitab hadis mereka bab-bab tersendiri perihal Shalat malam di bulan lain atau tahajud dan Shalat malam di bulan Ramadhan atau tarawih. Bahkan kami setuju dibuat pemisahan seperti itu dengan landasan Shalat malam di bulan Ramadhan benar-benar sangat dianjurkan ketimbang pada bulan-bulan lain.

.

.

Salam Damai

Catatan :

  • Tulisan ini masih akan bersambung, jadi yang sabar ya
  • Saya minta bantuan doanya semoga kondisi saya jadi jauh lebih baik dan memungkinkan
  • Buat seseorang, ini adalah kreditan Janji saya dan semoga bisa tunai dalam waktu dekat

Satu Tanggapan

  1. Tahun Hijriyah yang keberapa shalat taraweh disyariatkan ? Pernahkah Rasulullah saw melakukan shalat di dalam safar beliau ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: