Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Kelima

Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Kelima

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

Alternatif Pendapat Yang Benar Perihal Shalat Tarawih

Alhamdulillah tiba saatnya saya mengakhiri tulisan yang panjang seperti rel kereta api ini. Tulisan panjang yang membosankan, saya yang menulis saja bosan apalagi yang membaca :mrgreen: . Bisa dibilang bagian ini adalah bagian yang paling singkat dari keempat bagian yang lain. Bagian ini cuma memperjelas yang sudah jelas dan mengaburkan sesuatu yang samar-samar.

Pandangan Penulis soal Shalat Tarawih bisa dibilang Original Made In SP, jadi gak ada kaitan dengan mahzab apapun apalagi kepentingan pihak politik manapun (ngawur mode on) :lol:

.

Pandangan ini pun hanyalah suatu alternatif yang tidak akan menghakimi keyakinan siapapun. Kebenaran yag dimaksud adalah apa yang benar menurut Penulis. Tidak ada hak bagi siapapun untuk mengklaim bahwa kepunyaannya adalah satu-satunya yang benar. Jadi tolong pahami tulisan ini sebagai sesuatu yang layak untuk dipelajari dan dikritisi.

  1. Shalat Tarawih itu sunnah jika yang dimaksud dengan tarawih itu adalah shalat malam di bulan Ramadhan. Shalat ini dianjurkan untuk dilakukan sendiri di rumah tetapi tidak ada masalah kalau mau melakukannya secara berjamaah. Hanya saja saya pribadi tidak mau melakukannya terus-terusan berjamaah karena rutinitas atau kontinuitas shalat tarawih berjamaah tidak pernah dianjurkan atau diperintahkan oleh Rasulullah SAW. :D
  2. Shalat Tarawih itu bid’ah karena yang namanya terminologi Tarawih itu memang tidak ada di zaman Rasulullah SAW. Hmmm ah itu kan cuma istilah jadi kayaknya nggak penting kalau mau diributkan :mrgreen:
  3. Hal yang patut disayangkan adalah shalat tarawih ini yang asal mulanya berupa shalat malam sekarang berubah bentuk menjadi Shalat berjamaah di masjid. Seolah-olah yang namanya tarawih itu harus di masjid dan harus berjamaah. Transformasi ini yang memang layak disebut bid’ah. Saya suka miris kalau melihat begitu banyak orang yang bersemangat shalat tarawih berjamaah di masjid tetapi kalau waktu shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Shubuh tidak seramai shalat tarawih. Fenomena yang Terbalik :(
  4. Kontinuitas Shalat Tarawih Berjamaah di Masjid bagi saya pribadi bukanlah Sunnah dan saya pribadi cenderung menyebutnya bid’ah walaupun saya tidak akan begitu berlebihan untuk menyebut bid’ah itu sesat atau menyesatkan. Hal itu lebih ke arah “tidak mengapa” dan itu jelas berarti bukan merupakan amalan yang terbaik. Shalat tarawih di rumah itu lebih baik :)
  5. Shalat Tarawih itu tidak ada batasan khusus rakaatnya, silakan bagi yang mau untuk shalat berapa rakaat yang ia inginkan. Pembatasan jumlah rakaat tidak pernah ditetapkan oleh Rasulullah SAW. ;)
  6. Saya sendiri tidak akan memungkiri jika disebutkan bahwa Shalat Tarawih berjamaah itu adalah Ijma’ Ulama. Tetapi saya memahami Ijma’ itu tetap dalam arti Shalat tarawih berjamaah dibolehkan dan bukanlah dianjurkan seperti yang dipahami oleh kabanyakan orang. :P
  7. Saya pribadi tidak menafikan para Ulama ataupun Sahabat Nabi SAW tetapi hasil kajian saya mengarahkan saya pada pandangan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan keluasan dalam masalah ini dan tetap bagi saya tidak ada siapapun yang berhak membatasi keluasan yang telah diberikan Rasulullah SAW. ;)
  8. Bagi saya yang menjadi hujjah dalam masalah Agama adalah Allah dan RasulNya dan Ahlul Bait Rasulullah SAW. Selebihnya hanyalah Para Muqallid :mrgreen:

.

.

Setidaknya saya harap bagian ini memberikan kejelasan pada beberapa orang yang terheran-heran dengan bagaimana saya shalat tarawih. Seolah-olah saya cuma bermain-main. Nah buat mereka ini pertanggungjawaban saya

  • Terkadang saya tidak shalat tarawih di masjid, karena shalat di rumah itu lebih baik
  • Terkadang saya shalat bersama di masjid, karena saya bukan orangnya yang selalu ingin lebih baik :mrgreen:
  • Terkadang saya shalat berjamaah 11 rakaat, karena memang begitu di masjid tempat saya shalat
  • Terkadang saya shalat berjamaah di masjid cuma beberapa rakaat bahkan pernah cuma 2 rakaat, karena bagi saya itu juga boleh dan seperti yang saya katakan tidak ada batasan khusus jumlah rakaat shalat tarawih.

.

So bisa dibilang berkesan agak liar bagi Mereka kaum konservatif yang memang terikat dengan Status Quo. Tetapi yah dunia memang tidak seindah yang kita bayangkan :lol: (apa maksudnya ya :roll: )

Saya akhiri tulisan ini dengan permohonan maaf jika yang saya utarakan ini bagi sebagian orang adalah suatu kelancangan. Seperti yang saya katakan pada awalnya ini hanya sebuah alternatif yang saya yakini. Terimakasih telah bersedia membaca

.

.

Salam Damai

.

Catatan :

  • Jika ada yang bertanya-tanya mengapa tulisan soal tarawih ini bisa tersendat-sendat, maka jawabannya adalah banyak hal yang terjadi beberapa hari ini yang membuat saya jatuh bangun dan terjatuh lagi hingga akhirnya saya kuat untuk berdiri kembali. Ah bagi mereka yang muda, You Know lah :mrgreen:
  • Alhamdulillah, sekarang kreditan saya sudah benar-benar lunas :)
  • Bagi Mereka para pengikut SP para pengamat blog ini, :lol: emangnya ada gitu. Mohon maaf jika saya lama nggak update :(
  • Buat Seseorang, Saya mohon maaf dan saya doakan semoga selalu mendapat kebahagiaan dari Allah SWT yang sebagiannya dititipkan pada saya :mrgreen:

Satu Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum
    Salam kenal…
    Saya telah membaca Artikel bagus ini sampai selesai. Artinya mulai dari Bab I s/d Bab V. Saya sangat terkesan sekali atas analisis yang dikemukakan dan sangat argumentatif. Mudah2-an tulisan ini bisa menjadi inspirasi dan pencerahan bagi orang2 yang memerlukannya dalam pemahaman Shalat Tarawih yang selalu muncul pada setiap bulan ramadhan tiba. Pelaksanaan Shalat Tarawih itu 11 atau 23 rakaat. Karena pemahaman yang berbeda, kadang2 menimbulkan masalah dalam jamaah suatu masjid.

    Dengan adanya tulisan ini, mudah2-an banyak dibaca orang, dan orang yang membacanya akan menjadi arief dalam memahami perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih tersebut. Terima kasih. Semoga Allah memberikan ganjaran pahala atas tulisan ini. Aamiin.

    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: