Akibat Kesalahan Terjemahan Al Qur’an Versi Depag Wanita Jadi Korban

‘Pengkhianatan Terhadap Wanita’

SUMBER: Islam.Feminis.Wordpress

.

….يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوّاً لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah…”. [At-Taghabun : 14]

—————————————————-

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah…”. [QS at-Taghabun : 14, al-Qur’an dan terjemahnya, edisi revisi, DEPAG-RI, Mahkota Surabaya]

Maksudnya, kadang-kadang istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau ayahnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan agama. [penjelasan dari DEPAG]

Terjemahan di atas kami kutip dari terjemahan Depag. Transliting memerlukan keahlian terkhusus dalam kedua bahasa, yaitu bahasa yang diterjemahkan dan bahasa yang menerjemahkan. Dan tidak sembarangan orang dapat menerjemahkan sebuah teks ataupun buku, apalagi berkaitan dengan kitab suci yang menjadi pegangan sebuah agama atau sekte.

Continue reading

Ahlul Kitab Menurut Al Qur’an (4)

Ahlul Kitab Menurut Al Qur’an (4)

SUMBER: Media-Isnet

Ust. Dr. Quraish Shihab

Imam  Syafi’i,  memahami  istilah Ahl   Al-Kitab, sebagai orang-orang Yahudi dan Nasrani keturunan orang-orang Israel, tidak termasuk bangsa-bangsa lain yang menganut agama Yahudi dan  Nasrani. Alasan beliau antara lain bahwa Nabi Musa dan Isa, hanya diutus kepada mereka bukan  kepada  bangsa-bangsa lain.  (Juga  karena  adanya  redaksi min qablikum [sebelum kamu] pada ayat yang membolehkan perkawinan  itu).

Pendapat Imam Syafi’i ini berbeda dengan pendapat Imam Abu Hanifah dan mayoritas pakar-pakar hukum yang menyatakan bahwa siapa  pun yang  mempercayai salah seorang Nabi, atau kitab yang pernah diturunkan Allah, maka  ia  termasuk  Ahl  Al-Kitab. Dengan demikian Ahl Al-Kitab, tidak terbatas pada kelompok penganut agama Yahudi atau Nasrani.

Continue reading

Ahlul Kitab Menurut Al Qur’an (3)

Ahlul Kitab Menurut Al Qur’an (3)

SUMBER: Media-Isnet

Ust. Dr. Quraish Shihab

Kembali   kepada   persoalan   di   atas,   ditemukan  bahwa ulama-ulama tafsir bila menemukan istilah Ahl Al-Kitab dalam sebuah  ayat,  seringkali  menjelaskan  siapa  yang dimaksud dengan istilah tersebut.  Hal  ini  wajar  karena  Al-Qur’an secara  tegas menyatakan bahwa Ahl Al-Kitab tidak sama dalam sifat dan sikapnya terhadap Islam dan kaum  Muslim  (QS  Ali ‘Imran  [3]:  113).  Itu  pula  sebabnya, dalam hal-hal yang dapat menimbulkan kerancuan pemahaman istilah itu, Al-Qur’an tidak  jarang  memberi  penjelasan  tambahan  yang berkaitan dengan sifat atau ciri khusus Ahl Al-Kitab yang dimaksudnya.

Continue reading

Ahlul Kitab Menurut Al Qur’an (2)

Ahlul Kitab Menurut Al Qur’an (2)

SUMBER: Media-Isnet

Oleh Dr. Quraish Shihab

Artikel Sebelumnya

Ust. Dr. Quraish Shihab

Al-Qur’an juga menyatakan bahwa,

“Apabila  mereka  condong  kepada  salam  (perdamaian), maka condong pulalah  kepadanya,  dan  berserah  dirilah  kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Anfal [8]: 61).

Perlu digarisbawahi bahwa berlaku adil terhadap Ahl Al-Kitab siapa  pun mereka,  walau  Yahudi  -  tetap  dituntut  oleh Al-Qur’an. Ulama-ulama Al-Qur’an menguraikan bahwa Nabi saw pernah  cenderung mempersalahkan  seorang Yahudi yang tidak bersalah karena  bersangka  baik  terhadap  keluarga  kaum Muslim  yang  menuduhnya.  Sikap  Nabi tersebut ditegur oleh Allah dengan menurunkan surat An-Nisa, [4]: 105.

Continue reading

Ahlul Kitab Menurut Al Qur’an (1)

Ahlul Kitab Menurut Al Qur’an (1)

SUMBER: Media-Isnet

Oleh Dr. Quraish Shihab

Ust. Dr. Quraish Shihab

Berbicara mengenai wawasan Al-Qur’an tentang  suatu  masalah tidak   akan   sempurna,  bahkan  boleh  jadi  keliru,  jika pandangan hanya tertuju kepada satu dua ayat yang  berbicara menyangkut   hal   tersebut.   Karena   cara  demikian  akan melahirkan  pandangan  parsial  yang  tidak  sejalan  dengan tujuan   pemahaman   wawasan,   lebih-lebih   bila  analisis dilakukan terlepas dari konteks (munasabah)  ayat,  sejarah, asbab  al-nuzul  (latar  belakang turunnya ayat), penjelasan Nabi  (As-Sunnah),  dan  sebagainya,  yang   dihimpun   oleh pakar-pakar  Al-Qur’an  dengan  istilah pendekatan “tematis” (maudhu’i).

Continue reading

KUMPULAN ARTIKEL RAMADAN

Syahrul Mubarok…

Telah datang bulan yang penuh barokah dan maghfiroh

Dalam kesempatan ini saya mengucapkan Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita dibulan puasa diterima oleh Allah SWT, dan mudah-mudahan dibulan yang suci ini kita mendapatkan rahmat dan maghfiroh Nya. Amin

Dibawah ini Kumpulan Artikel seputar (terkait) ramadhan yang telah diposting di blog ini, semoga bermanfa’at!

  1. Dr. M. Quraish Shihab, M.A: MARHABAN YA RAMADHAN
  2. LAILAT AL-QADAR
  3. PESAN MORAL IBADAH SHAUM
  4. SHAUM MADRASAH RUHANIAH
  5. TAFSIR AYAT HUKUM PUASA
  6. Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Pertama
  7. Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Kedua
  8. Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Ketiga
  9. Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Keempat
  10. Shalat Tarawih Dalam Timbangan – Bagian Kelima

LAILAT AL-QADAR

Siapa itu Al Quran

Siapa itu Al Quran

SUMBER: Majalah Adil

.

Al-Quran memiliki beberapa kegunaan pada saat yang sama. Di antaranya, sebagai mukjizat sepanjang masa yang mengoyak segala keraguan akan kenabian Muhammad SAW. “Dan jika kamu dalam keraguan tentang al- Quran yang Kami wahyu­kan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang jujur.” (QS. Al-Baqarah: 23)

“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS. Al-Isra’:88)

Continue reading

Apakah/Mengapa Kejadian Gempa Sumtera, Jawa dihubungkan dengan Ayat Al Qur’an?

Apakah/Mengapa Kejadian Gempa Sumtera, Jawa dihubungkan dengan Ayat Al Qur’an?

SUMBER: Blog Sains-Inrelegion

Pertanyaan yang aneh tapi nyata.  Facebook dan blog-blog dan berita lainnya tergerak untuk membuat hubungan kejadian luar biasa dengan sejumlah ayat-ayat suci.  Bahkan beberapa tokoh agama juga tergerak minatnya untuk juga ikut menghubung-hubungkan.  Semua jawaban akhirnya akan berpulang pada wallahu a’lam, atau Allah Swt yang lebih mengetahui.  Kita boleh jadi sedikit tahu, sedikit memahami, sedikit menghubung-hubungkan, dan sejumlah kebetulan lainnya yang betul-betul.

Sebelum dibahas lanjut, mari kita berpatokan pada penjelasan AQ 6:59 Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (terj. Depag)

Continue reading

Lailatul-Qadar

LAILAT AL-QADAR

SUMBER: Media Isnet

Oleh Dr. M. Quraish Shihab, M.A.

Quraish Shihab

Berbicara tentang Lailat Al-Qadar mengharuskan kita  berbicara tentang surat Al-Qadar.

Surat  Al-Qadar  adalah  surat  ke-97  menurut urutannya dalam Mushaf.  Ia  ditempatkan  sesudah  surat  Iqra’.  Para   ulama Al-Quran menyatakan bahwa ia turun jauh sesudah turunnya surat Iqra’. Bahkan sebagian di antara mereka menyatakan bahwa surat
Al-Qadar turun setelah Nabi Saw. berhijrah ke Madinah.
Continue reading

PERSOALAN PENAFSIRAN METAFORIS ATAS FAKTA-FAKTA TEKSTUAL (2)

PERSOALAN PENAFSIRAN METAFORIS ATAS FAKTA-FAKTA TEKSTUAL (2)

Oleh: M. Quraish Shihab

Kita tak mempermasalahkan walaupun seandainya kita tak sependapat dengan orang-orang yang memahami kata “matilah kamu” dan “Allah menghidupkan mereka” dalam pengertian “kematian semangat jihad mereka” kemudian “kehidupan” semangat jihad tersebut sehingga kembali ke kampung halaman mereka untuk mengusir orang yang selama itu menganiaya mereka.

Ketiga, Sementara penganut-penganut aliran Rasional dinilai sementara ahli melakukan ta’wil dengan menitik beratkan tolok ukurnya pada akal mereka dan kalau pun menggunakan argumentasi kebahasaan, maka yang digunakan adalah riwayat-riwayat yang sangat lemah atau dibuat-buat. Mereka juga dinilai sangat memperluas penggunaan metafora dengan menggunakan pemahaman tamsil atau perumpamaan bagi ayat-ayat al-Qur’an.

Muhammad Abduh (w. 1906 M) dinilai sebagai salah seorang tokoh penganut aliran ini. Ayat-ayat yang menguraikan kisah kejadian Adam as. pada surah al-Baqarah 30 dan seterusnya, difahaminya atas dasar tamsil, (11) sehingga tak ada dialog sebagaimana tersurat, tetapi penyampaian Tuhan kepada malaikat tentang rencana-Nya menciptakan khalifah di bumi, adalah pertanda kesiapan bumi untuk menyambut satu makhluk yang dapat mengolahnya sehingga tercapai kesempurnaan hidup di dunia.

Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.