<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Membongkar Pemaknaan Ayat Versi Depag: Mencari Tafsir Alternatif</title>
	<atom:link href="http://kajianislam.wordpress.com/2007/07/14/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag-mencari-tafsir-alternatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kajianislam.wordpress.com/2007/07/14/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag-mencari-tafsir-alternatif/</link>
	<description>Pustaka Tulisan Islam</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 02:04:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi</title>
		<link>http://kajianislam.wordpress.com/2007/07/14/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag-mencari-tafsir-alternatif/#comment-195</link>
		<dc:creator>Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 04:02:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kajianislam.wordpress.com/2007/07/14/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag-mencari-tafsir-alternatif/#comment-195</guid>
		<description>Buku Panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

&quot;BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA&quot;
   Penulis: Soegana Gandakoesoema

I. Telah diserahkan pada hari Senin tanggal 24 September 2007 kepada Prof. DR. ibu Siti Musdah Mulia, MA., Islam, Ahli Peneliti Utama (APU) Balitbang Departemen Agama Republik Indonesia, untuk diteliti sampai mendapat keputusan menerima atau menolak dengan hujjah, sebagaimana buku itu sendiri berhujjah.

II. Telah dibedah oleh:
A. DR. Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Islam, Presiden Republik Indonesia ke-4 tahun 1999-2001.

B. Prof. DR. Budya Pradiptanagoro, Penghayat Kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, dosen FIPB Universitas Indonesia.

C. Prof DR. Usman Arif, Konghucu, dosen Fisafat Universitas Gajah Mada.

D. Prof. DR Robert Paul Walean Sr., Pendeta Nasrani, sebagai moderator, seorang peneliti Al Quran, sebagaimana Soegana Gandakoesoema meneliti Al Kitab perjanjian lama dan perjanjian baru, keduanya setingkat dan sederajat dengan Waraqah bin Naufal bin Assab bin Abdul Uzza, 94 tahun, Pendeta Nasrani, anak paman Siti Hadijah 40 tahun, isteri Muhammad 25 tahun sebelum menerima wahyu 15 tahun kemudian pada usia 40 tahun melalui Jibril (IQ).
Pertanyaannya yang sulit untuk dijawah akan tertapi sangat logis dan wajar untuk dipertanyakan adalah, Siti Hadijah 40 tahun dan Muhammad 25 tahun, sebelum turun wahyu adalah orang baik, patonah, sidik, amin dan lain sebagainya, kemudian keduannya menikah dengan cara ritual agama apa dan mereka beragama apa ?

E. Disaksikan oleh 500 peserta seminar dan bedah buku dengan diakhiri oleh sesi dialog tanya-jawab.
Apabila waktu tidak diabatasi, akan mengulur panjang sekali, disebabkan banyaknya gairah pertanyaan yang diajukan oleh para hadirin.

Pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2008, jam 09.00-14.30, tempat Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, jl. Salemba Raya 28A, Jakarta 100002, dalam rangka peringatan satu abad (1908-2008), kebangkitan nasional &quot;dan kebangkitan agama-agama (1301-1401 hijrah) (1901-2001 masehi), diacara Seminar &amp; Bedah Buku hari/tanggal: Selasa 27 Mei - Kamis 29 Mei 2008, dengan tema merunut benang merah sejarah bangsa untuk menemukan kembali jati diri roh Bhinneka Tunggal Ika Panca Sila Indonesia.

Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buku Panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:</p>
<p>&#8220;BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA&#8221;<br />
   Penulis: Soegana Gandakoesoema</p>
<p>I. Telah diserahkan pada hari Senin tanggal 24 September 2007 kepada Prof. DR. ibu Siti Musdah Mulia, MA., Islam, Ahli Peneliti Utama (APU) Balitbang Departemen Agama Republik Indonesia, untuk diteliti sampai mendapat keputusan menerima atau menolak dengan hujjah, sebagaimana buku itu sendiri berhujjah.</p>
<p>II. Telah dibedah oleh:<br />
A. DR. Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Islam, Presiden Republik Indonesia ke-4 tahun 1999-2001.</p>
<p>B. Prof. DR. Budya Pradiptanagoro, Penghayat Kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, dosen FIPB Universitas Indonesia.</p>
<p>C. Prof DR. Usman Arif, Konghucu, dosen Fisafat Universitas Gajah Mada.</p>
<p>D. Prof. DR Robert Paul Walean Sr., Pendeta Nasrani, sebagai moderator, seorang peneliti Al Quran, sebagaimana Soegana Gandakoesoema meneliti Al Kitab perjanjian lama dan perjanjian baru, keduanya setingkat dan sederajat dengan Waraqah bin Naufal bin Assab bin Abdul Uzza, 94 tahun, Pendeta Nasrani, anak paman Siti Hadijah 40 tahun, isteri Muhammad 25 tahun sebelum menerima wahyu 15 tahun kemudian pada usia 40 tahun melalui Jibril (IQ).<br />
Pertanyaannya yang sulit untuk dijawah akan tertapi sangat logis dan wajar untuk dipertanyakan adalah, Siti Hadijah 40 tahun dan Muhammad 25 tahun, sebelum turun wahyu adalah orang baik, patonah, sidik, amin dan lain sebagainya, kemudian keduannya menikah dengan cara ritual agama apa dan mereka beragama apa ?</p>
<p>E. Disaksikan oleh 500 peserta seminar dan bedah buku dengan diakhiri oleh sesi dialog tanya-jawab.<br />
Apabila waktu tidak diabatasi, akan mengulur panjang sekali, disebabkan banyaknya gairah pertanyaan yang diajukan oleh para hadirin.</p>
<p>Pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2008, jam 09.00-14.30, tempat Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, jl. Salemba Raya 28A, Jakarta 100002, dalam rangka peringatan satu abad (1908-2008), kebangkitan nasional &#8220;dan kebangkitan agama-agama (1301-1401 hijrah) (1901-2001 masehi), diacara Seminar &amp; Bedah Buku hari/tanggal: Selasa 27 Mei &#8211; Kamis 29 Mei 2008, dengan tema merunut benang merah sejarah bangsa untuk menemukan kembali jati diri roh Bhinneka Tunggal Ika Panca Sila Indonesia.</p>
<p>Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.</title>
		<link>http://kajianislam.wordpress.com/2007/07/14/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag-mencari-tafsir-alternatif/#comment-115</link>
		<dc:creator>Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 08:45:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kajianislam.wordpress.com/2007/07/14/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag-mencari-tafsir-alternatif/#comment-115</guid>
		<description>Untuk lebih jelasnya hal-hal tersebut, dan menyelesaikan perselisihan persepsi antara agama dan didalam agama yang telah terpecah-belah menjadi 73 firqah sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu&#039;minuun (23) ayat 53,54 dan Yudas 1:18,19,20,21, kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

&quot;BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA&quot;
berikut 4 macam lampiran panduan:
&quot;SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)&quot;
hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
&quot;SOEGANA GANDAKOESOEMA&quot;
dengan  penerbit:
&quot;GOD-A CENTRE&quot;
dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
&quot;DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA&quot; DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk lebih jelasnya hal-hal tersebut, dan menyelesaikan perselisihan persepsi antara agama dan didalam agama yang telah terpecah-belah menjadi 73 firqah sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu&#8217;minuun (23) ayat 53,54 dan Yudas 1:18,19,20,21, kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:</p>
<p>&#8220;BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA&#8221;<br />
berikut 4 macam lampiran panduan:<br />
&#8220;SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)&#8221;<br />
hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:<br />
&#8220;SOEGANA GANDAKOESOEMA&#8221;<br />
dengan  penerbit:<br />
&#8220;GOD-A CENTRE&#8221;<br />
dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:<br />
&#8220;DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA&#8221; DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.</p>
<p>Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: senk</title>
		<link>http://kajianislam.wordpress.com/2007/07/14/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag-mencari-tafsir-alternatif/#comment-92</link>
		<dc:creator>senk</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Nov 2007 12:41:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kajianislam.wordpress.com/2007/07/14/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag-mencari-tafsir-alternatif/#comment-92</guid>
		<description>kabener wae atuh neangan teu kapanggih nanaonan atuh bijkin pusig ajh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kabener wae atuh neangan teu kapanggih nanaonan atuh bijkin pusig ajh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.</title>
		<link>http://kajianislam.wordpress.com/2007/07/14/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag-mencari-tafsir-alternatif/#comment-48</link>
		<dc:creator>Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Sep 2007 19:52:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kajianislam.wordpress.com/2007/07/14/membongkar-pemaknaan-ayat-versi-depag-mencari-tafsir-alternatif/#comment-48</guid>
		<description>Adalah sama sekali salah besar apabila umat Islam berpendapat dan mengatakan bahwa kitab suci nabi Muhammad sesuai Al Baqarah (2) ayat 2 yang didalamnya terdapat Al Quran sesuai Al Waaqi&#039;ah (56) ayat 77-79, memiliki multi tafsir sebagamana terjadi sampai sekarang dianataranya tafsir Al Manar, tafsir Jalalain, tafsir lain dan sebagainya yang banyak itu.

Al Kitab Suci yang dibawa oleh Nabi Suci memiliki hanya tafsir tunggal atau tafsir ahad yaitu dengan cara menunggu-nunggu datan tidak melupakan:

1. Al A&#039;raaf (7) ayat 52,53:  
Datangnya Allah dengan Hari Takwil Kebenaran Kitab.

2. Fushshilat (41) ayat 44:
Datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing &#039;Indonesia&#039; selain dalam bahasa Arab.

3. Thaha (20) ayat 114,115:
Datangnya Allah menyempurnakan pewahyuan Al Quran berkat do&#039;a ilmu pengetahuan agama oleh umat manusia.

4. Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22:
Datangnya Allah membangkitkan semua manusia dengan ilmu pengetahuan agama.

5. Ali Imran (3) ayat 81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208:
Datangnya Allah menyempurnakan agama disisi Allah adalah Islam menjadi Agama Allah.

6.  An Nashr (110) ayat 1,2,3:
Datangnya Allah menciptakan Agama Allah sebagai wadah manusia bermacam-macam agama mesuk berbondong-bondong masuk kedalamnya dengan perdamaian Madinah Hudaibiiyah zamani.

7. At Taubah (9) ayat 97: 
Kesemuannaya itu diturunkan Allah di Negara Kesataun Republik Indonesia berfahsafah Panca Sila pada awal millennium ke-3 masehi dan PASTI penolaknya adalah orang-orang yang kearab-araban.

Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah sama sekali salah besar apabila umat Islam berpendapat dan mengatakan bahwa kitab suci nabi Muhammad sesuai Al Baqarah (2) ayat 2 yang didalamnya terdapat Al Quran sesuai Al Waaqi&#8217;ah (56) ayat 77-79, memiliki multi tafsir sebagamana terjadi sampai sekarang dianataranya tafsir Al Manar, tafsir Jalalain, tafsir lain dan sebagainya yang banyak itu.</p>
<p>Al Kitab Suci yang dibawa oleh Nabi Suci memiliki hanya tafsir tunggal atau tafsir ahad yaitu dengan cara menunggu-nunggu datan tidak melupakan:</p>
<p>1. Al A&#8217;raaf (7) ayat 52,53:<br />
Datangnya Allah dengan Hari Takwil Kebenaran Kitab.</p>
<p>2. Fushshilat (41) ayat 44:<br />
Datangnya Allah menjadikan Al Quran dalam bahasa asing &#8216;Indonesia&#8217; selain dalam bahasa Arab.</p>
<p>3. Thaha (20) ayat 114,115:<br />
Datangnya Allah menyempurnakan pewahyuan Al Quran berkat do&#8217;a ilmu pengetahuan agama oleh umat manusia.</p>
<p>4. Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22:<br />
Datangnya Allah membangkitkan semua manusia dengan ilmu pengetahuan agama.</p>
<p>5. Ali Imran (3) ayat 81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208:<br />
Datangnya Allah menyempurnakan agama disisi Allah adalah Islam menjadi Agama Allah.</p>
<p>6.  An Nashr (110) ayat 1,2,3:<br />
Datangnya Allah menciptakan Agama Allah sebagai wadah manusia bermacam-macam agama mesuk berbondong-bondong masuk kedalamnya dengan perdamaian Madinah Hudaibiiyah zamani.</p>
<p>7. At Taubah (9) ayat 97:<br />
Kesemuannaya itu diturunkan Allah di Negara Kesataun Republik Indonesia berfahsafah Panca Sila pada awal millennium ke-3 masehi dan PASTI penolaknya adalah orang-orang yang kearab-araban.</p>
<p>Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
